Bab.13 Kejujuran Inggrid

1077 Words

Mobil Seno melaju meninggalkan gedung kantor yang mulai sepi. Lampu-lampu jalan memantul di kaca jendela, menciptakan bayangan berpendar yang bergerak pelan. Inggrid menyandarkan kepalanya, menghela napas panjang, seolah baru saja keluar dari pusaran emosi yang menyesakkan dadanya. Ucapan Seno barusan masih terngiang di telinganya. Aku nggak suka ada kebohongan, karena aku sayang banget sama kamu, Grid. Kalimat itu hangat, tapi juga mengandung beban. Inggrid menggenggam tali tasnya erat, merasa bersalah tanpa tahu harus mulai dari mana. Seno melirik sekilas ke arahnya. “Kamu capek banget ya?” tanyanya lembut. Inggrid tersenyum tipis. “Capek… tapi lebih ke pikiran sih.” Seno mengangguk, tidak memaksa. Ia memang selalu seperti itu, memberi ruang, tidak pernah mendesak. Justru sikap itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD