Bab.12 Menolak Ciuman Kendy

1412 Words

Lembur malam itu terasa lebih panjang dari biasanya. Ruangan kantor yang biasanya riuh berubah menjadi senyap, hanya ditemani suara kipas komputer dan detik jam dinding yang seolah bergerak lebih lambat. Lampu putih di atas kepala Inggrid memancarkan cahaya dingin, membuat rasa lelah di matanya semakin nyata. Di meja kerja, berlembar-lembar laporan pengeluaran berserakan, sebagian sudah dia tandai dengan stabilo, sebagian lagi masih menunggu untuk diperiksa. Masalah minus di bagian keuangan kantor itu bukan hal sepele. Ada selisih angka yang tidak masuk akal, hingga miliaran rupiah. Atasan langsung menginstruksikan agar laporan itu harus selesai malam ini juga, sebelum audit besok pagi. Dan sialnya, hanya Inggrid yang paling paham alurnya. Ia menghela napas, merapikan rambutnya yang mula

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD