Di Banyuwangi, senja mulai turun perlahan. Langit jingga membentang di atas restoran sederhana yang selalu ramai pengunjung. Di balik etalase kaca, tampak seorang wanita muda sedang sibuk menyusun pesanan. Dialah Safiyah, 28 tahun, wanita kuat yang selama lima tahun terakhir menjalani hidup sebagai ibu sekaligus tulang punggung keluarga untuk dua anaknya, Yusuf dan Aliyah. Tangannya cekatan melayani pembeli, namun matanya tak henti melirik jam dinding. Di antara keramaian pelanggan, seorang pria bertubuh tinggi dengan ransel selempang melangkah masuk. Azzam, 32 tahun, dosen muda di salah satu universitas negeri Banyuwangi. Wajahnya tenang, pembawaannya santun, dan sudah beberapa bulan ini menjadi pelanggan tetap restoran Safiyah. Bukan hanya karena masakannya yang enak, tapi karena w

