Arjuna mengantar Kinanti duduk di tepi ranjang, lalu meminta izin untuk membersihkan diri. Tak lama kemudian, Arjuna kembali menemui Kinanti yang masih setia di tempatnya. "Sayang, kamu sudah makan?" tanya Arjuna lembut. Kinanti menggeleng. "Kinanti menunggu Mas datang," jawabnya. "Baiklah, kalau begitu. Kita makan malam di bawah atau di luar?" tawar Arjuna. "Di bawah saja, Mas," ucap Kinanti. Arjuna kemudian menggandeng tangan Kinanti, membimbingnya. Kinanti berjalan mengikuti arahan Arjuna, meski matanya tak dapat melihat, hatinya tetap merasakan. Arjuna mendekatkan diri pada Kinanti, merengkuh tangannya dengan kelembutan yang selalu ia miliki. Rasa hangat menyelimuti jemari Kinanti, seolah aliran kasih sayang mengalir dari genggaman Arjuna. Ia menyandarkan kepalanya di bahu kokoh

