Bab 21

1577 Words

Semakin turun, ciuman Arka menyusuri lekuk tubuh Safiyah, berhenti di perut, lalu ke tempat di mana hasrat tersembunyi bersemayam. Di sana, di antara desahan yang tertahan, Arka menyatukan dirinya dengan Safiyah, bukan hanya raga yang bertemu, melainkan dua jiwa yang mencari tempat kembali. Sebuah erangan lirih terlepas dari bibir Safiyah, "Mas Arka... ah..." terdengar seperti bisikan doa, seiring Arka mulai bergerak, mengayunkan ritme cinta yang telah lama mereka rindukan. Arka menjelajahi setiap lekuk tubuh Safiyah dengan kelembutan yang memuja, jemarinya menari di kulitnya yang halus, meninggalkan jejak gairah yang membakar. Bibirnya tak henti mencium, dari kening, turun ke pelipis, pipi, lalu kembali memagut bibir Safiyah dengan lebih dalam dan penuh kerinduan. Setiap sentuhan dan ciu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD