Bab 28

1747 Words

Sore mulai turun. Langit menguning keemasan, menciptakan suasana hangat yang kontras dengan perasaan berat yang berdiam di ruang sederhana itu. Arka berdiri dari duduknya, membenahi jas santainya. "Satria..." ucapnya lembut, memandang pemuda itu dengan penuh rasa hormat. "Aku harus pamit, aku tunggu kedatangan mu." Satria ikut berdiri. Di sampingnya, Aulia menggenggam ujung bajunya erat, enggan berpisah. Di belakang mereka, Pak Hadi menyandarkan tubuhnya di dinding, mengamati dalam diam. Arka merogoh saku dalam jasnya, mengeluarkan sebuah amplop tebal. "Ini bukan bantuan, ini bagianmu," ujar Arka tegas saat menyodorkan amplop itu. "Untuk kebutuhan Aulia, dan untuk biaya keperluan bunda yang baru saja berpulang. Jangan menolak. Aku memaksa." Satria menatap amplop itu dengan keraguan.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD