Olahraga Malam

1524 Words

Dan dengan langkah mantap, Arka pun keluar rumah bersama Satria, meninggalkan Safiyah yang berdiri di ambang pintu dengan segunung rasa khawatir dan cinta yang tak terucap. Rafandra terhuyung mundur dengan wajah penuh luka memar. Nafasnya tersengal. Lima temannya tergeletak tak berdaya, mengerang kesakitan. Satria melepaskan kerah bajunya dengan satu dorongan keras yang membuat Rafandra jatuh terduduk di tanah berdebu. “Gua udah bilang,” desis Satria dengan rahang mengeras, “jangan pernah deketin Aulia lagi. Apalagi nyakitin dia.” Arka melangkah mendekat, wajahnya tenang tapi dingin. Ia jongkok di depan Rafandra, lalu menepuk pelan pipi pemuda itu yang lebam. “Lain kali, kalo punya masalah, selesaikan baik-baik. Jangan ngajak keroyokan. Dunia ini bukan tempat buat jago-jagoan doang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD