Bab 19

1843 Words

Langit siang itu bersih dan sejuk, seolah ikut bersaksi atas penyatuan dua hati yang sempat tercerai. Di dalam aula kecil yang disulap sederhana menjadi tempat ijab kabul, Arka menggenggam tangan Safiyah erat, mendampingi sang istri duduk di hadapan Penghulu, Kyai Hasyim, dan para pengasuh pondok pesantren. Safiyah menunduk, tangannya gemetar. Sementara pena di genggamannya bergerak pelan, menyentuh buku nikah. Air mata jatuh satu per satu. Namun kali ini, bukan karena luka, tapi karena campuran antara syukur dan gugup yang meledak bersamaan. Arka menatap Safiyah penuh bangga dan cinta. Ia tahu… perjalanan menuju momen ini tak mudah. Tapi hari ini, semuanya seperti disapu oleh cahaya kasih yang baru. Setelah akad nikah resmi dinyatakan sah, Arka langsung mengatur acara kecil yang tak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD