Gadis itu mengedipkan matanya pelan, berkali-kali dan mencoba mencerna ucapan pria yang sudah berjalan menjauh darinya itu. “Ta--tadi gimana?” Dia mulai bersuara. Sengaja sedikit berlari mengejar Angelo. Yang ada di pikirannya barangkali salah, dan dia barangkali salah dengar saja. Angelo malah melambaikan tangannya, tersenyum meskipun tak dapat dilihat oleh Sarmila. “Nanti sore aku jemput ya, Pacar?” ucapnya lantang. Seketika Sarmila menghentikan langkah kakinya, dia kehilangan energi, terpaku setelah mendengar ucapan itu. “Jadi … aku pacaran?” Dia kini bergumam seorang diri, tak mampu untuk bisa bereaksi lebih agar bisa mencegah Angelo pergi. Tapi … sudah terlanjur. *** Sarmila terus menggigiti kukunya, gugup. Kakinya tak bisa diam sedari tadi. Memikirkan apa yang baru saja tadi

