Ada yang Ikut Cemburu

1738 Words

Perasaannya saat ini tak bisa dia deskripsikan secara lengkap. Senyumnya masih terkembang sempurna memandangi kertas dengan logo sebuah sekolah memasak bergengsi itu. Tangannya masih terus menerus mengangkat kertas tinggi-tinggi sementara dia berbaring di atas kasur sambil terus menatapnya tanpa bosan. “Aku ke Paris?” Dia terkekeh sendiri membayangkan keadaannya. Dia tak kehilangan senyuman barang satu detik pun. Masih terus memandang tak percaya hanya karena Letter of Acceptance yang dia terima. Entah bagaimana Angelo mengurusnya sampai dia bisa lolos ke sana. “Oke! Tidur! Tidur! Besok harus jogging ke GBK,” ucapnya mencoba memberi mantra pada dirinya sendiri, memeluk selembar kertas itu erat-erat di atas dadanya. Dunia selalu berputar. Dia sekarang membuktikannya, hanya dengan keadaa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD