Angelo berjalan lunglai ke dalam rumah Gentala, sementara pemiliknya menatap keheranan sambil menggendong peliharaannya, si kucing angora bernama Puschy. “Tumben sekali kamu pulang tak bersama ku?” tanyanya. Angelo duduk, dia menuangkan wine yang tengah diminum oleh Gentala juga. Menenggaknya sedikit demi sedikit agar bisa merasakan aroma anggur yang kuat namun memikat, sama halnya dengan seorang wanita yang tengah membuatnya jatuh hati saat ini tapi sekaligus patah hati. Gentala lalu duduk kembali, si kucing kesayangannya malah nyaman berada di pangkuannya. “Kau kenapa sih? Tidak mungkin tiba-tiba minum wine begini.” Gentala kembali mencurigai Angelo. “Aku baru ditolak oleh seorang wanita.” Angelo terkekeh, matanya memandang nanar pria yang ada di depannya itu. “Itu hal biasa. Seora

