Mendengar jawaban Sarmila semakin membuat Angelo tertawa kesenangan. “Bagaimana? Kamu masih tak mau memberikan jawaban kepadaku?” tanyanya sambil menatap Sarmila penuh perasaan. Sarmila mencebik, “ish! Udahlah Om! Ini aku gimana jadinya?” Sarmila bangun dari duduknya dan menatap tubuhnya yang sudah memakai dress yang dia kagumi di manekin tadi. Seketika, semua kata-kata tersirap cepat di dalam otaknya sementara matanya memandangi pantulan dirinya sendiri. Berdiri tegak dan tubuhnya …. dress itu …. “Indah!” gumamnya penuh rasa tak percaya. Angelo berdiri di belakangnya. Ikut menatap Sarmila, dia harus memuji bahwa mata Sarmila bisa memilih pakaian yang cocok untuknya. Dress floral dengan V-neck dan juga tangan merumbai indah, menutupi tubuh kurusnya tiga per empat. Bagian pinggang y

