Body And Gender Shamming

1654 Words

Wajah Sarmila memerah menahan emosi dan juga rasa malunya sendiri. Bisa-bisanya ada pria yang tiba-tiba membuka tirai dan berkata akan membantunya. Sementara si pemilik butik pun merasa tak terima. Dia berkacak pinggang dan melemparkan tatapan tajamnya bukan main. “Apa kamu bilang?! Benco...ng?!” Seketika pria itu shock dengan pernyataan Sarmila. Sarmila tak takut, dia yang sudah kepalang kesal akibat pria itu yang terbilang memiliki motif otak amoral pun semakin menyalak. “Iya?! Kenapa?! Enggak terima? Mau diganti apa memangnya?! Wa-ria, ben-cong, ban-ci atau cowok jadi-jadian?!” semburnya sambil berjalan mendekat. Masalahnya, badannya sendiri mungil malah berhadapan dengan badan tinggi si pemilik butik. Namun, dia tak takut meskipun si pria melambay itu sedang berasap-asap, wajahnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD