Seketika Sarmila mengabaikan sumpitnya yang sudah tergeletak di meja dan juga mi yang kembali tercemplung di mangkuk. Matanya mengerjap-kerjap perlahan memandangi wajah serius sang pria bule yang masih menatapnya serius. Bahkan perut lapar dan juga lidah yang merasakan rasa baru makanan mendadak menjadi idem dan kalem, setelah mendapatkan pernyataan aneh itu. Sarmila segere menyengir, “haha … Om lagi bercanda nih?” kelakarnya. Namun, Angelo masih menatapnya dengan wajah datar tanpa ekspresi. Kembali Sarmila terkekeh, memukul-pukul meja dengan salah tingkah. “Hahaha, Om bercandanya lucu banget sih.” “Saya serius.” Kembali Sarmila diam, matanya memandang Angelo. “Ah, mana ada sih. Om ini lagi mau prank aku aja kan?” “Sarmila, saya benar-benar menyukaimu, saat kita pertama kali berjump

