Sarmila manyun seketika saat mendengar pertanyaan sang pria berdarah Eropa itu. Dia sendiri merasa aneh dengan sikap terang-terangan Angelo. “Ya enggak boleh, kita kan enggak pacaran,” sambarnya cepat. Angelo tertawa mendengarnya. Namun, dia tak kehilangan akalnya untuk terus menempel pada Sarmila. Tangannya menjawil sedikit bagian lengan baju wanita itu dan kembali berjalan. “Sekarang aku cuma memegang baju kamu, jadi jangan protes.” Sarmila ingin menolak tapi dia malah diharuskan segera berjalan karena alasan yang dikemukakan oleh Angelo. “Cepat Mila, sopirku sudah menunggu sedari tadi,” desak Angelo kembali. Salahkan pada kelatahan yang dimiliki gadis itu sampai malah ikut berlari begitu mendengar nada tinggi dari Angelo. “Om!” pekik Sarmila yang malah ikut berlari pelan. Angelo

