Beautiful Morning

1305 Words

Gadis itu sudah asyik mengobrol dengan rasa nyaman. Angelo bersyukur, Sarmila bisa mengatasi rasa parnonya sendiri. Dia merasa kalau mengenal Sarmila menjadi satu anugerah yang belum tentu bisa dia rasakan jika tak bertemu dengan wanita itu. Gadis itu terus menyandarkan rahangnya di atas meja dan tatapan tak sabar memandangi oven listrik yang sedang bekerja ekstra memanaskan adonan menggunakan gelombang mikro. Angelo sudah selesai mandi, dia tersenyum senang saat keluar dari kamar didapati sosok yang dia cintai ada di sini. Sebenarnya, tinggal sendirian pun dia merasa tak senang. Tanpa aba-aba, tangannya melingkar di perut Sarmila. Dia memeluk wanita itu dengan suka cita dan cinta. Rasa cintanya seolah semakin membludak, menggebu-gebu ketika memikirkan Sarmila ada bersamanya. “Eh?” Sar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD