Sikap Parno Sarmila

1753 Words

Dan berakhir di unit apartemen milik Angelo lah, Sarmila berada. Setelah menyerah dengan opsi-opsi pilihan yang diberikan oleh Angelo dan dia sama sekali tak mau tinggal di hotel sendirian, pada akhirnya dia harus mematahkan stigma kumpul kebo untuk keadaan darurat dirinya.  Ah, terlalu kasar sekali dirinya malah mencap kumpul kebo. Padahal dia juga tak melakukan apa-apa. “Ayo masuk.” Angelo membukakan pintu lebih lebar dan mempersilakan kekasihnya itu untuk masuk. Sarmila ragu-ragu. Dia menghembuskan napasnya perlahan, mengangguk sambil tersenyum tak sampai alias tak ikhlas. Katakan saja begitu. Dia sedang memikirkan banyak hal untuk saat ini termasuk kenapa dirinya bisa tinggal bersama Angelo? Kalau saja Abah masih hidup dan tahu begini, yang ada dia langsung diseret pulang dan dikaw

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD