Kekayaan Gentala

1606 Words

Sepanjang Gentala mengendarai mobilnya menuju ke kantor, sepanjang itu juga Gentala masih berpikir keras. Alasan tak logis yang hampir membuat matanya menggelinding seketika saat menatap Lina dan Sarmila. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya, merasa bahwa otaknya terkontaminasi hal aneh saat ini. seolah-olah Alien sudah turun untuk menyerang dan mengekspansi bumi. Gentala bahkan sampai tertawa sendiri, membayangkan apa yang dikatakan oleh Lina, tentang anak kecil di sampingnya. Cerai? Sudah menikah? Pernah kawin?   Dia tertawa sarkastik. “Haha, mana mungkin ah! Masa iya ada janda masih bocah begitu,” kilahnya buru-buru, berbicara dengan dirinya sendiri saat ini. “Mana mungkin! Tak mungkin gadis dua puluh tahun itu pernah menikah,” kilahnya mencoba untuk terus tak memercayai ucapan Lina,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD