Permohonan Gaelan

1479 Words

“Biar kubantu.” Gaelan berucap, membuat Yasika dengan cepat melirik pada lelaki tersebut karena terkejut. Saat itu keduanya bertatapan untuk waktu yang lumayan lama, sampai akhirnya suara Adhair menyadarkan keduanya. “Bantulah dia, Gaelan! Jangan lupa untuk membawa pedangmu!” Itulah ucapan yang terdengar di telinga Yasika yang akhirnya melirik pada Adhair. Lelaki itu kini merebahkan dirinya untuk beristirahat, kemudian Yasika menatap pada Maddalene yang menganggukan kepalanya, setuju dengan saran dari Adhair itu. “Cepatlah, aku tidak bisa membantumu karena… Liam.” Alasan yang tidak masuk akal yang keluar dari mulut Maddalene, itulah yang terdengar di telinga mereka. Sudah terlihat sangat jelas bahwa Maddalene sengaja membuat Gaelan mengantar Yasika. Perempuan itu merasa jika dirinya ti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD