Kesedihan Yasika

1432 Words

Kini hanya Gaelan dan Adhair yang masih terjaga di depan api unggun yang sudah menyala sedari tadi itu. Terdiam menatapi api seraya berjaga agar tidak ada hal lain yang akan menyerang mereka malam itu. “Apa yang sebenarnya terjadi?” Gaelan menoleh ke arah Adhair ketika lelaki itu mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Adhair padanya. Mata Gaelan pun kembali beralih menatap api unggun dan memainkan sebuah ranting kecil di tangannya. “Apa maksudmu?” Tanyanya yang kembali bertanya pada Adhair seolah dirinya sedang menghindari sesuatu hal yang ia takutkan di ketahui oleh Adhair. “Maksud ku… Apakah kau mengetahui apa yang sebenarnya Nancy inginkan?” Adhair menjelaskan pada Gaelan, maksud dari pertanyaannya itu. Gaelan mengangkat kedua bahunya dan menggelengkan kepalanya. Memberikan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD