Kesedihan dan Penyerangan

1214 Words

Yasika dan Gaelan kini berdiri saling berhadapan dengan satu tangan Gaelan berada di belakang tengkuk Yasika dan tangan lainnya menggenggam lengan kiri Yasika yang menahan dadanya, sementara tangan kanan Yasika mendorong d**a Gaelan agar menjauh. “Aku tahu Gaelan…” Ucap Yasika kembali dengan suara yang pelan dan sedikit parau. Jantung Gaelan berdetak dengan cepat, dan dirinya sadar jika Yasika pasti juga dapat merasakan detakan jantung itu. “Apa maksud mu? Apa yang kau ketahui, Yasika?” Tanya Gaelan yang berucap dengan suara yang pelan. Posisi mereka masih sama seperti tadi, bertahan dalam posisi seperti itu dengan suara riak air yang ada di samping kanan mereka. Yasika menghembuskan napasnya dan menundukkan wajahnya yang tadi menatap pada Gaelan. “Aku bisa mendengarnya!” Ucap Yasik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD