Di dalam gubuk itu, tangis Maddalene telah berhenti di dalam pelukan Adhair. Hanya satu kata yang berhasil membuat perempuan itu berhenti menangis, yaitu permintaan maaf yang Adhair berikan padanya tadi. Itulah Maddalene, dia akan dengan mudahnya memaafkan semua orang dan apapun yang orang lain lakukan padanya, hanya dengan mengatakan kata maaf. Hal yang benar-benar sederhana yang mungkin di remehkan semua orang, namun sebenarnya itu adalah hal yang paling sulit di lakukan orang lain. “Adhair...” Panggil Maddalene padanya, masih di dalam dekapan lelaki itu Maddalene mendongak untuk menatap padanya. “Maafkan aku, Maddalene.” Lagi... Adhair mengucapkan maafnya untuk kedua kalinya karena dirinya masih merasa bersalah atas apa yang telah ia lakukan pada perempuan itu. Dan Maddalene pun men

