Yasika, Liam dan Gaelan kini duduk di depan api unggun yang masih menyala. Ikan dan daging kelinci yang tadi mereka bakar masih dalam keadaan setengah matang, jadi mereka belum bisa memakannya saat ini. Yasika yang tengah mengompres bekas pukulan Adhair pada pipi Gaelan itu hanya bisa melihati lelaki tersebut dengan seksama, seraya sesekali kembali membasahi handuk basah tersebut agar tetap terasa dingin. “Gaelan... Apa yang sebenarnya terjadi?” Yasika pun pada akhirnya bertanya, mempertanyakan hal yang membuat Adhair semarah itu hingga memukul Gaelan. “Sshhhh...” Gaelan yang mendengar pertanyaan itu tidak menjawabnya dan hanya meringis pelan, merasakan sakit di bagian pipinya yang kini di tekan oleh Yasika. Liam yang saat itu duduk di samping Yasika dan menjaga ikan serta daging kelin

