Dia Lagi

757 Words
Pagi ini ku putuskan untuk berolahraga lari keliling taman yang ada di dekat rumah, jarang sekali rasanya aku pergi lari pagi-pagi seperti ini. Karena mommy harus pergi mengurus pekerjaan ke luar kota aku jadi sangat bosan jika dirumah seorang diri. Ternyata lari pagi tidak seperti yang kuduga,sangat menyenangkan menghirup udara pagi yang segar seperti ini. Aku jadi sangat bersemangat rasanya,tidak merasa capek sama sekali. Karena ini hari libur banyak sekali yang berolahraga, ada yang senam aerobic sepertinya mereka selalu melakukannya setiap minggu mommy juga sering di tawari untuk ikut, tapi mommy menolaknya karena harus mengurus pekerjaan. Begitu lah keadaan mommy sekarang, hanya sibuk dengan pekerjaan nya saja tidak ada hal lain sepertinya selain itu. "Mbaaaaaa." Teriak ibu yang sedang senam sambil melambaikan nya kepada ku untuk menghampirinya Dengan berlari kecil aku menghampirinya "Iya kenapa bu?" "Begini, kami mau nawarin mba untuk ikut senam bareng." Ajak sang ibu "Aduh saya gak biasa senam bu, lagi pula saya gak rutin kok olahraga gini cuma pas lagi pengen aja." jelasku sambil senyum pepsodent "Ya gapapa mba, gausah ikutan setiap minggu juga gapapa kok. hari ini aja juga gapapa." Bujuk si ibu dengan halus Aku hanya bisa mengangguk menuruti bujuk an nya, akhirnya aku ikut senam aerobic itu. Rasanya baru pertama kali aku merasakan senam lagi, terakhir saat sekolah sd dulu. Gerakan demi gerakan aku ikuti dengan tempo musiknya, sepertinya tidak terlalu buruk. Setelah senam selesai aku berpamitan pada semua nya, dan kembali menuju rumah. tapi sebelum pulang aku ingin mampir dulu ke alfamart yang tidak jauh dari rumahku. Aku ingin membeli minuman dingin, karena lumayan menguras energi . Tiba-tiba saat aku masuk ke dalam alfamart ada sosok yang tidak asing untukku, ternyata dia orang aneh yang ku temui di bus kemarin. Aku sangat malu sekali pernah ketiduran di bahunya, kenapa dia ada disini. Sepertinya semesta sengaja mempertemukan kami disini, aku buru-buru mengambil minuman dingin dan membayarnya di kasir. Tapi belum sempat aku menutup lemari es nya ada tangan yang menahan pintunya,seketika aku langsung membalikan badanku dan tatapan ku betemu dengan sosok yang aku hindari tersebut. Pipiku langsung memerah dibuatnya, kenapa dia bisa tau kalau aku ada disini "Maaf permisi, saya mau lewat." "Kenapa pipinya merah gitu mba?." tanyanya sambil menyeringai Sontak aku langsung menutup nya dengan minuman dingin yang sedang ku pegang untuk menyembunyikan setengah wajahku. "Iya kepanasan abis olahraga." "Oh gitu, kirain sakit alergi." ujarnya sambil mengambil satu minuman dingin yang tepat ada di belakang badan ku. Saat ini badan kami sangat dekat, rasanya aku gemetaran sekali. Dia bisa membuatku salah tingkah seperti ini, membuat wajahku memerah dan degup jantungku tidak karuan. Karena posisi lemari es di alfamart ini di pojokan membuat ku terkunci di tembok, aku sangat terjebak di situasi seperti ini. Ku beranikan dengan mendorong nya perlahan "Maaf saya mau lewat." Akhirnya aku terbebas dari situasi yang membuatku salting sekali, aku mempercepat langkahku menuju kasir dan meninggalkan orang aneh itu. Aku melanjutkan jalan kaki ku menuju rumah sambil mendengarkan lagu-lagu yang sedang hits sekarang ini. Tiba-tiba ada yang nepuk bahuku dari belakang "Mbanya di panggil-panggil gak denger ya." ujarnya Ternyata orang aneh itu lagi yang membuat ku salting di alfamart tadi "iya lah orang pake handset gak bakalan ke dengeran." ujarku ngegas "Iya maaf mba, saya cuma mau ngasih ini tadi ketinggalan di alfa." Tuturnya sambil memberikan dompetku yang sepertinya terjatuh di kasir alfamart karena aku terlalu buru-buru tadi. "Makasih." ujarku sambil pergi meninggalkannya "Tunggu mba, buru-buru banget deh." Sambungnya sambil mengejarku dengan berlari kecil Aku menghentikan langkah ku dan menatap kearahnya malas "Mau apa lagi emang?" "Mau kenalan mba, kita kan udah sering ketemu nih masa gak kenalan." Ujarnya sambil tersenyum "Lara." Jawab ku singkat memperkenalkan diri dengan malas "Nama mbanya lara?." Tanya nya "Iyalah, tadi kan katanya pengen kenalan kan." Jawabku malas "Oke.. nama saya Abi, senang bisa berkenalan sama mba nya." tuturnya sambil menyeringai "Hem.. yaudah udah jangan ngikutin gua lagi ya." pintaku sambil berlalu tapi abi menahannya "Saya cuma mau ngejelasin soal kejadian yang di bus mba, saya sengaja ngikutin mbanya duduk di bis karena saya liat pas dari halte ada laki-laki yang ngeliatin mbanya terus dengan tatapan yang gak pantas menurut saya." Jelasnya "Mungkin mba nya juga risih ya pas di bus itu, tapi mau gimna lagi mba cuma itu yang saya bisa lakuin buat mbanya. Bahkan sampe mba nya turun pun masih saya ikutin supaya aman sampe rumah, dan ternyata kompleks rumah kita gak terlalu jauh." Sambungnya lagi "Oh gitu, makasih deh ya." Ujarku sambil melepaskan tangan nya Dia hanya terdiam melihat perlakuan ku yang sepertinya sangat dingin menanggapi penjelasannya. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD