bc

SEREIA

book_age18+
3
FOLLOW
1K
READ
others
manipulative
sweet
mxb
mythology
affair
like
intro-logo
Blurb

Sereia adalah seorang putri duyung yang tinggal di pantai Mediterania, Gadis itu akan muncul ke permukaan begitu panas terik yang melanda kawasan Mediterania. walaupun dibilang sikapnya terlalu ekstrim Gadis itu selalu abai dalam menyikapi peraturan-peraturan yang harus di taati oleh mahluk sejenisnya.

kerap kali terlibat menampakkan diri, Sereia selalu tertarik dengan dunia manusia. dimana mereka memiliki kedua kaki yang bisa berjalan di atas daratan dan bisa menyelam di kedalaman air. Jiwanya semakin bergejolak ketika pandangan gadis itu tertuju pada lelaki jakun di depan sana, gerakannya nampak mahir dalam memainkan Ombak wajahnya yang manis dan tampan seolah memikat Sereia.

"kau tahu, Mereka adalah musuh kita. yang kapan pun bisa membahayakan kita, abaikan perasaan mu mereka makhluk tidak berperasaan!"

chap-preview
Free preview
Bagian 1
[Kejanggalan] ••• Musim panas akan segera tiba, semua orang sibuk berkemas untuk menyambut liburan musim panas beberapa hari lagi. Seperti Sean laki-laki itu nampak bersantai dengan dua anjing miliknya, Joy dan Tom meski demikian ada gadis cantik disebelahnya. Seperti musim panas waktu lalu, dirinya akan menghabiskan waktu libur musim panasnya disalah satu vila milik keluarga Maroon. Selain terkenal kaya sahabat nya itu gemar menghabiskan waktu liburnya untuk kegiatan amal, contoh saja beberapa pekan lalu Sean diajak ke tempat itu suasananya yang nyaman dan bersahabat membuatnya jatuh cinta pada tempat itu. Rachel bangkit dari sofa, gadis berambut pirang itu melangkah kearah dapur dan mengambil sekaleng soda dari lemari pendinginan didepannya. Meski beberapa kali Sean melarangnya, Rachel tetap kekeuh mengabaikan perintahnya. "Stop!! Kamu sudah menghabiskan beberapa kaleng hari ini Be." Terang Sean. Rachel terdiam menaikan satu alisnya keatas, gadis itu melenggang begitu saja. "Kau marah?" Tanyanya. Gadis itu mengabaikan keberadaan Sean yang duduk disebelahnya. Sementara kedua matanya sibuk dengan ponsel miliknya. "Baiklah... Aku akan segera berkemas" Tutur Sean. Laki laki itu segera merapikan koper miliknya. Rachel yang melihat tingkah laku Sean segera bangkit, memeluk tubuh jakun itu dan mendaratkan kecupan ringan pada pipi laki-laki itu. "Aku yang marah seharusnya, mengapa Kau?" Geramnya. Sean yang melihat tingkah laku gadisnya itu tersenyum bahagia, Rachel sangat manis ketika sedang merajuk . "Ya aku tahu sekarang, maafkan aku. Bisakah kau memaafkan ku?" "Hmmmm...asal---" ucapnya sedikit terjeda. "Asal apa?" Ulangnya. Tubuh Jakun itu masih merengkuh tubuh mungil milik Rachel. Sejenak Gadisnya menghembuskan napas berat sebelum membenamkan kepalanya pada dada bidang laki-laki itu. "Asal kau membelikan pesanan ku setelah pulang liburan nanti" tuturnya, Sean menganggukkan kepala matanya masih lurus menatap kedua mata madu gadisnya. "Mengapa Kau tak ikut dengan Ku? Bukankah Kau masih memiliki waktu luang saat musim panas ini, apakah Dosen mu itu memberikan tugas yang kelewat banyak?" "Tidak-tidak, hanya sedikit acara penting" tuturnya. Sean menganggukkan kepala kedua tangannya melepaskan rengkuhan pada pinggang ramping kekasihnya, satu kecupan mendarat di dahi gadisnya. "Baiklah aku akan segera berkemas..." Tutupnya. Rachel menganggukkan kepala, gadis itu memilih bermain dengan dua anjing milik kekasihnya. Laju mobil Michael melaju dengan cepat, membelah jalanan ditengah laut yang notabenenya menjadi penghubung antara Oldtowns dengan pelabuhan Mariana, rehat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kapal beberapa temannya itu memilih restoran cepat saji di pinggir Pelabuhan untuk mengisi perut-perut mereka. Beberapa menit lagi kapal yang mereka tumpangi akan segera berlayar dengan cepat satu gelas americano Dirinya tendas kan menyusul kawannya yang sudah masuk kedalam mobil. Lima menit perjalanan dengan kapal menuju salah satu pulau terpencil di Mariana, Sean cukup terkesan dengan birunya air yang dilihatnya dari sisi jendela kamarnya. Beberapa menit lalu mereka tiba di Vila milik keluarga Maroon, Michael dan beberapa temannya memilih berjalan-jalan keluar bila. Sedang Sean lelaki itu memilih diam dikamar sembari memberikan kabar kasihnya. [Apakah disana bagus?] "Bagus dan luar biasa... Apakah kau menyesal tidak ikut denganku Be?" [Tentu... Tapi aku masih banyak kegiatan disini, next time kita berlibur di sana] Sean terkekeh pelan mendengar nya. "Baiklah, aku tutup selamat sore. Love you" [Love you too] "Rachel?" Tanya Justin memastikan, Laki laki berwajah oriental itu duduk disebelah nya. Gerakannya luwes ketika menghirup nikotin yang diapit jari-jarinya. "Aku mengenalnya Cukup lama, dia gadis yang baik bukan?" Lanjutnya. Sean terdiam sesaat sebelum menganggukkan kepala. "Ya...walau sedikit ke kanak-kanakkan. Tapi aku mencintainya" ucap Sean, mempertegas kalimat di akhir ucapannya. Justin terkekeh dan menepuk punggungnya. "Terlalu membosankan di dalam vila, Surfing disore hari cukup menyenangkan bukan?" gumamnya. Sean bangkit menerima uluran tangan nya. *** "Sereia" panggil perempuan berambut ikal itu, sedang yang dipanggil hanya diam masih terus berenang ke pesisir pantai. Wajahnya nampak berseri ketika kedua matanya menangkap orang-orang tengah bersantai dibawah payung-payung besar itu. "Sereia...Kau terlalu ceroboh dan berani" kesalnya. Dua gadis berekor ikan itu memilih diam ditempat, dibalik terumbu karang itu mereka bersembunyi. "Lihatlah... Bukankah Anjing laut dan darat terlihat berbeda, sama halnya kita dengan mereka. Kita terlihat sama namun berbeda" lirihnya menatap ekor sirip miliknya. "Ayolah kembali ke Lautan... Bukankah manusia terlalu berbahaya untuk kita, mereka terlalu serakah dan suatu saat akan melukai kita!" Tegasnya. "Sebentar saja, aku ingin disini sejenak. Ayolah Nina kapan lagi kita akan melihat momen langka ini"Nina hanya menganggukkan kepala begitu Melihat retina biru didepannya terlihat berbinar dari sebelumnya. Sereia masih menatap beberapa orang didepan sana, Mengabaikan beberapa kali ombak menerpa sirip cantiknya sedang kedua matanya masih memandang orang-orang dengan tatapan takjub. Tak perduli apa kata Helios mengenai kedatangan nya di tempat ini, gadis bermata biru kelam itu sangat menikmati suasana saat ini. "Menjauh lah, aku mendengar langkah kaki mendekat kearah kita!" Tutur Nina, Sereia menganggukkan kepala memilih berenang ketempat yang dalam. Selain memiliki insting yang tajam, Nina memiliki pendengaran yang baik pantas saja semua penghuni lautan tak akan ada yang berani membicarakan nya. "Kau lihat Mereka?"tanya Sereia, dengan jemarinya yang menunjuk kearah dua laki-laki yang berusaha menaiki papanya. Nina menoleh dan menganggukkan kepala. "Aku menyukai salah satu dari mereka, dan aku pernah bertemu dengannya melalui mimpiku" lanjutnya. Nina menggelengkan kepala. "Ayo kembalilah ke Aesterio sebelum mereka menemukan kita" "Nina aku berjanji akan berjumpa dengannya" ujarnya dengan tersenyum. Matanya tak pernah lepas ke arah laki-laki jakun itu. "Sean! Apakah kau baik-baik saja?" Tanya Justin. Laki laki berwajah oriental itu berlari menghampiri Sean yang masih diam tak bergerak, sedang matanya masih menatap laut dihadapannya dengan bingung. "Ah tidak. Aku baik-baik saja. Bisakah kita mulai dari sana? ombak disekitar sini terlalu tinggi" tuturnya. Walau dalam setiap katanya mengandung keganjalan. Sean tidak buta, keduanya matanya masih melihat dengan normal. Tentang sesuatu bayangan perempuan berambut panjang lengkap dengan siripnya yang berenang ke laut lepas. Bersambung...

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

True Luna

read
1.4M
bc

Lauchlan The Betrayed (book 2 of Hell in the Realm series)

read
72.7K
bc

A Warrior's Second Chance

read
362.7K
bc

His Redemption (Complete His Series)

read
5.7M
bc

The Warrior's Broken Mate

read
206.2K
bc

Holiday Fling with the Fae King

read
12.2K
bc

Alpha's Rejected Mate

read
1.3M

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook