1
Seorang gadis ayu, duduk di bebatuan sungai.
membersihkan baju kotornya, dengan air jernih sungai yang mengalir dengan derasnya.
Terkadang ia juga Membersih-kan wajahnya dengan air sugai itu.
"ayu tong lama-lama main air na" ucap nenek ayu yang ikut dengan ayu, untuk Membersihkan diri.
"iya ni " ucap ayu dengan senyum nya.
iya bahagia, saat membantu nenek nya menanam padi. Setelah selesai menanam padi, ayu dan nenek nya akan membersihkan diri, di sungai dekat dengan pesawahan milik nenenya itu.
"ayo ayu pulang" Gadis ayu yang sesuai dengan namanya AYUNINDYA itu menurut.
Mengikitu langkah nenek-nya yang sudah naik dari sungai ke daratan.
Menyusiri jalan setapak, ayu tersenyum seiring menyapa setiap orang yang ia temui di jalan menuju pulang ke rumah tempat berteduh ayu, bersama nenek, dan kakek, juga pamannya. Anak nenek dan kakek ayu yang paling kecil, 7 tahun di atas ayu tapi belum menikah juga.
Sampai di rumah ayu bergegas mandi. di kamar mandi kayu di atas empang. Karena saat di sungan tadi, ayu hanya Membersihkan baju yang kotor saat menanam padi, agar tidak terlalu kotor saat pulang. Karena itu ayu mandi sambil mencuci baju bekasnya.
Saat malam hari, ayu makan makan dengan dengan nenek, kakeknya juga paman nya. duduk beralaskan tikar di dapurnya.
menu makanan sederha. Dengan nasi liwet, ikan asin, daun singkong rebus, juga sambal terasi. Setiap makan, menu makan keluarga itu pasti seperti itu. tidak pernah keluarga ayu memakan ayam sebagai lauk nasi nya, jika bukan di hari raya.
Tetapi meskipun begitu, ayu selalu menikmati makanan yang selalu di sajikan nenek nya itu. Mungkin suatu saat, ia akan merindukan makanan itu.
Pagi hari suara ayam berkokok bersahutan. Bahkan sebelum azan subuh berkumandang.
Udara pagi di desa, yang dinginnya sampai menusuk tulang. Menbuat ayu merapatkan selimutnya lagi, enggan bangun sebelum azan subuh.
Setelah ayu melaksanakan kewajiban-nya sebagai muslim di pagi hari. Ayu bergegas membantu neneknya di dapur.
Sementara nenek memanaskan nasi, untuk sarapan. Ayu mencuci piring bekas semalam, Karena air nya di luar, membuat ayu takut kalo harus mencuci pering malam-malam, apalagi suasana kampung yang sepi saat malam hari. Membuat ayu harus menunggu pagi jika ingin berlama-lama di kamar mandi.
Kecuali saat ingin buang air kecil atau besar, ayu akan minta di antar pamannya, atau neneknya.
Sampai di kamar mandi. Ayu membuka pintu kayu kamar mandi itu.
"astagpirullolalazim" Ayu segera menutup kembali pintu kamar mandi, setelah menguasai keterkejutannya. ia tidak menyangka ada orang yang sedang mandi di kamar mandinya. jam segini.
Karena biasanya jarang ada yang mandi di jamban bututnya. karena warga kampungnya sudah memiliki kamar madi sendiri.
Ayu duduk di bangku kayu, dekat dengan kamar mandi. Meletakan cucian piring di sampingnya. Mengusap dadanya. Menarik napas dalam dan ia hembuskan pelahan, untuk sekedar mengembalikan kembali detak jantungnya yang berdetak tidak normal saat kejadian tadi. Mengingat kejadian saat ia melihat laki-laki yang sedang mandi membuat pipinya memanas.
Untuk pertama kalinya ia melihat laki-laki, bertelanjang bulat. Meskipun laki-laki itu membelakangi-nya, tapi tetap saja membuat ayu malu sendiri. Menyesal. Ia tadi tidak mengetuk pintu dulu.
Lamunan ayu buyar, saat manikanya melihat laki-laki berparas tampan keluar dari kamar mandi.
Sandal jepit sejuta umat, celana pendek selutut, di padu dengan kaos oblong berwana putih, handuk berwarna putinelingkar di lehernya. Sementara tangan satunya memegang gayung berisikan alat mandi. Rambut yang sedikit basah, dan wajah tampannya. Membuat ayu terpesona sesaat. Sebelum ayu menundukan pandangannya, Karena tersadar ia sudah melakukan dosa, memandangi laki-laki, yang bukan mahromnya.
" Maaf atas keteledoran saya tadi, saya tidak tau jika ada orang lain di dalam" ucap ayu meminta maaf Karena keteledoran-nya membuka pintu tampa permisi.
"Tidak apa-apa kesalan saya, yang lupa mengunci pintu" ucap laki-laki itu ramah. "kalau gitu saya permisi dulu. Jika kamu ingin menggunakan-nya, silahkan saya sudah selesai" lanjut laki-laki itu lagi. Tak hentinya laki-laki itu memandangi ayu yang sedaritadi menundukkan kepalanya.
"iya terimakasih" ucap ayu, seeaya mengambil wadah berisikan piring-piring kotor. "permisi" ucap ayu sabil belalu masuk ke kamar mandi dan menutup pintu.
Manik laki-laki itu masih menatap pintu kamar mandi yang tertutup.
"gadis yang menarik" fikirnya sambil berlalu meninggalkan tempat itu.