Bab 173

642 Words

"Ratih, Mas Danu... kalian mau ke mana?" tanya Vero cepat saat melihat Ratih dan Danu tampak merapikan tas kain mereka di dekat pintu ruang *ICCU*. "Niatnya mau pamit pulang dulu ke desa, Nyonya," jawab Danu dengan tersenyum canggung seraya mengusap tengkuknya. "Kan Pak Gavin dan Pak Reno sudah ditangani dokter terbaik, lagian ada Mas Doni dan tim yang jaga. Kami ndak enak kalau kelamaan di sini, takut ganggu Nyonya." "Nggak boleh!" seru Vero tegas, mendadak bangkit duduk dari kursi medisnya dengan embusan napas yang cukup berat karena menopang tubuh suburnya yang kini delapan puluh dua kilo. "Siapa yang izinin kalian pulang duluan? Pokoknya Ratih sama Mas Danu enggak boleh pulang ke desa sampai Mas Gavin bener-bener bangun!" Ratih dan Danu seketika saling pandang dengan raut kaget camp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD