13. Serangan Robot Luar Angkasa

1360 Words
Dax mengecek kondisi di dalam kapal melalui celah-celah kecil. Dia tidak melihat tanda-tanda adanya seseorang. Tampaknya bajak laut itu meninggalkan kapalnya. "Sepertinya kapal ini kosong," ucap Dax yakin. "Aku akan melihat ke dalam." Flora melesat dengan cepat. Sementara itu, Lin Lin memberikan tanda pada Flynn bahwa dia sudah boleh naik ke atas kapal. "Flynn, naiklah," bisik Lin Lin. Pria di bawah sana mengangkat ibu jari, pertanda bahwa dia dapat mendengar suara Lin Lin dengan baik meski peri itu hanya berbisik. Perlahan namun pasti, Flynn pun naik ke atas kapal dengan hati-hati. Dia tiba di atas kapal saat keributan terjadi. Keributan itu tercipta di antara Rhob dan para peri, tidak termasuk Lin Lin, sebab Lin Lin masih berada di luar dan menunggu sampai Flynn mendarat di atas kapal. "Penyusup, penyusup," ucap Rhob yang tiba-tiba muncul dari dalam. "Target dikunci, bersiap untuk menembak," sambung robot itu seraya menodongkan tangannya yang hendak mengeluarkan laser. Kboom! "Hati-hati!" seru Dax, membuat mereka berpencar menghindar dari laser yang dikeluarkan oleh Rhob. Di luar, Flynn dan Lin Lin mendengar suara tembakan dan kebisingan. Mereka pun segera bergerak untuk menghampiri yang lain. "Target dianalisis, penyusup telah masuk ke Kapal Jhones. Bersiap untuk menembak." Sekali lagi Rhob membidik para peri yang berterbangan dan menembaknya. Namun beruntung sebab para peri bisa menghindari tembakan laser itu. "Hei, lakukan sesuatu!" seru Liggy gusar. "Kita harus menghentikannya," ucap Fawna. "Fawna, apa kau bisa menjinakkannya?" tanya Flora disela-sela serangan yang bertubi-tubi. "Apa kau bercanda! Tentu saja tidak, dia bukan spesies hewan," jawab Fawna. "Apa yang terjadi di sini?" Lin Lin tiba dari arah depan bersama Flynn. "Awas!" Dengan cepat Flynn menangkap Lin Lin dan menyimpannya dalam genggaman untuk menghindar dari tembakan laser yang muncul tiba-tiba sesaat setelah mereka sampai di sana. "Ugh!" Lengan atas Flynn menabrak dinding kapal. "Target lain di kesan." Rhob masih menodongkan tangannya yang bisa mengeluarkan laser, dia berjalan ke arah Flynn yang barusan menabrak dinding. "Analisis target, data berhasil di dapatkan." "Flynn, lari!" seru Liggy dari belakang Rhob. Namun Flynn tidak segera pergi, dia justru mengarahkan wajah pada Rhob. "Apa yang dia lakukan?" "Apa dia ingin bunuh diri," kata Dax. "Serangan dihentikan, target adalah Tuan." Rhob menurunkan tangan robotnya setelah mendapatkan data utama bahwa Flynn adalah orang pertama yang menemukannya. "Tuan!" Robot luar angkasa itu tampak antusias sebab bertemu dengan Flynn. Dia mengulurkan kedua tangan ke atas sebab gembira, bahkan kedua matanya berubah menjadi hangat. Flynn tertawa. "Hei, ternyata kau masih mengingatku," ucapnya seraya menepuk-nepuk kepala robot itu dengan tangan kiri. Lin Lin yang masih berada di dalam genggaman Flynn menggerakkan sayap, membuat Flynn tersadar bahwa Lin Lin masih berada di genggamannya. Flynn pun membuka telapak tangan, tampak Lin Lin yang sedang membungkuk, detik berikutnya peri kecil itu berdiri dan melihat Rhob tepat berada di depannya. "Apa yang terjadi?" tanya Lin Lin bingung. "Tenang lah, Rhob tidak akan menembakkan laser pada kalian lagi," ucap Flynn terlalu yakin. Para peri pun mendekat ke arah mereka. Sedangkan Rhob yang melihat Lin Lin berada di atas telapak tangan Flynn sedang melakukan analisis data. Robot itu menyimpan data tentang Lin Lin dan para peri yang pernah menyerang mereka sebelum ini, membuat Rhob mengingat mereka sebagai musuh. "Ancaman di kesan, target mulai mendekat, bersiap untuk menembak." "Hah!" Mereka semua terkejut sebab Rhob hendak kembali menembakkan laser. "Tidak! Tunggu dulu!" seru Flynn menghalangi Rhob yang sudah ingin menembak. "Serangan dihentikan." Suara otomatis Rhob setiap kali melihat Flynn. Namun hal sebaliknya terjadi ketika dia melihat para peri yang lain. "Sepertinya dia mengenal kami sebagai musuh," ucap Lin Lin yang muncul di samping kepala Flynn. "Ancaman di kesan, bersiap untuk menembak." "Waa!" Lin Lin kembali bersembunyi di belakang tubuh Flynn. "Mencari sasaran, target bersembunyi di belakang Tuan," kata Rhob. Situasi mungkin berbahaya saat ini, tentu saja Flynn tidak bisa membiarkan Rhob menembak para peri, sedangkan Rhob terus membidik dan mencari mereka. Yang bisa dilakukan Flynn saat ini hanya lah berputar mengikuti arah tembakan Rhob untuk melindungi para peri yang bersembunyi di belakang tubuhnya. "Kau harus melakukan sesuatu," ucap Lin Lin dari tempat persembunyiannya. "Apa yang harus aku lakukan?" tanya Flynn bingung. "Aku tidak tau bagaimana cara mengendalikannya," tambah Flynn. "Target berhasil di kesan, bersiap untuk menembak." "Tidak!" Kboom! "Ugh!" "Flynn!" Para peri kehilangan tempat persembunyiannya sebab Flynn terpental akibat tembakan laser dari Rhob. "Serangan dialihkan. Target dikunci. Bersiap untuk menembak." Rhob kembali membidik ke arah Lin Lin dan kawan-kawan. "Berpencar!" Para peri sontak terbang ke arah berlainan ketika laser ditembakkan. Flora mencoba untuk menghentikan serangan Rhob dengan mengikat tubuh robot itu menggunakan akar tanaman dari buah singkong yang ada di dalam Kapal Jhones. "Aku akan menghentikannya," ucap Flora seraya menahan robot itu. "Ancaman dikesan. Musuh mulai menyerang. Bersiap untuk menembak." Rhob masih bisa bergerak dengan energi maksimal yang dia miliki. Semenjak berada di Kapal Jhones bersama para bajak laut, Rhob mendapatkan banyak energi sebab Kapten Jombs memaksa Esther untuk menaburkan serbuk perinya pada Rhob. Bajak laut itu menginginkan Rhob memiliki energi maksimal untuk menjaga kapal dan membantu mereka. "Aah!" Flora menghindar ketika Rhob mengarahkan tembakan padanya. Rhob pun berhasil terlepas dari akar-akar yang mengikat. Namun dia tidak bisa terlepas dari Lin Lin yang saat ini mulai mengitari dan membuat pusaran angin di sekitarnya. Robot itu tidak bisa mengesan karena tiupan angin yang cukup kuat. "Target tidak dapat dikesan. Ancaman diterima. Bersiap untuk meluncur." Wuush! "Hah!" Peri lainnya terkejut. Ternyata Rhob juga dapat terbang dengan mode dorongan dari bawah kakinya, benar-benar canggih. Robot itu kini dapat mengesan Lin Lin yang barusan menyerang. "Target di kesan. Bersiap untuk menembak." "Lin Lin, awas!" seru Dax memberitahu Lin Lin yang sepertinya terlambat menyadari. Namun ternyata tidak, Lin Lin berhasil terbang melesat dengan cepat untuk menghindari serangan Rhob. Robot itu pun menembak ke setiap sasaran yang berhasil dia lihat, membuat suasananya tampak gaduh. Sementara itu, Flynn perlahan tersadar dari rasa sakitnya. Dia melihat kondisi di luar kapal yang sangat kacau. Pria itu pun segera menghampiri meski harus merayap. Rhob kembali mendarat di atas kapal, dia melihat Liggy yang sedang bersembunyi di antara jerigen kayu. Peri itu tidak bisa berbuat apa-apa, sedangkan Rhob sudah berhasil membidiknya. "Target terkunci. Bersiap untuk menembak." "Oh, tidak. Apa yang harus aku lakukan," ucap Liggy yang terjebak di sana. Keadaan semakin menegangkan, para peri yang berada cukup jauh dari tempat Liggy dan Rhob pun terlambat melakukan sesuatu untuk menghentikan robot itu. "Liggy!" Sesaat sebelum Rhob berhasil menembak, Flynn berhasil menonaktifkan robot itu. Dia melempar sebuah benda berbentuk bola yang merupakan senjata berupa peluru bagi bajak laut. Namun Flynn hanya melemparnya menggunakan tangan, dan bola itu tepat mengenai tombol di belakang tubuh Rhob. Tombol itu adalah tempat untuk menonaktifkan robot luar angkasa itu. Namun Flynn dan para peri belum menyadarinya. Yang mereka tahu, Rhob mati setelah mendapat lemparan dari Flynn. "Ha?" Liggy membuka mata setelah tidak merasakan apa-apa pada tubuhnya. Para peri pun menghampiri mereka. "Liggy, kau baik-baik saja?" tanya Lin Lin khawatir. Sementara itu, Flynn mendekati Rhob dan melihat bahwa robot itu mati. Dia tidak bermaksud untuk membuat Rhob mati, tetapi yang dia lihat saat ini robot canggih itu benar-benar mati seperti sebelumnya. "Apa dia mati?" tanya Fawna. "Aku tidak tau, mungkin dia rusak," jawab Flynn sambil mengecek seluruh tubuh Rhob. "Aku rasa itu tidak penting, kita harus menemukan Esther sekarang," ucap Flora. "Tetapi tidak ada siapa pun di kapal bajak laut ini selain Rhob. Bajak laut itu pasti membawa Esther pergi," kata Flynn. "Ke mana mereka pergi?" "Dan kenapa mereka meninggalkan kapalnya?" "Seharusnya kita bisa mendapatkan informasi dari Rhob, tetapi robot ini malah membuat masalah," jawab Flynn. Mereka semua menghembuskan napas gundah. "Hei, tunggu dulu, bukankah kau bilang harta karun itu dijaga oleh naga api?" tanya Dax. "Kau benar," jawab Flynn. "Hah! Bagaimana jika mereka mati diserang oleh naga api," kata Liggy, seperti biasa pendapatnya itu selalu ke arah yang negatif. "Tidak, maksudku, aku rasa naga api itu melarikan diri setelah bajak laut tiba di sini," tambah Dax. "Lalu?" "Mereka pasti mengejar naga api itu. Lihat, ada lubang besar di sebelah sana." Dax menunjuk lubang besar di langit-langit gua, dan lubang itu membuat cahaya matahari dapat masuk, itu sebabnya ruang di Kapal Jhones sedikit lebih terang sehingga mereka dapat melihat dengan lebih jelas tanpa cahaya dari Liggy. "Ayo kita ke sana." Mereka pun segera menuju ke lubang itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD