BAB 26

1187 Words

"Bi! Biru, makan siang yuk." "Biru, tumben banget pintunya dikunci? Kamu ngga mau aku masuk ya? Takut kejadian yang aneh-aneh?" "Biru? Kamu di dalam ngga sih? Aku tungguin makan siang sekarang, berdua." "Biru!" Kata-kata itu silih berganti memenuhi pendengaranku dan Biru. Aku tidak tahu suara wanita itu milik siapa. Aku melirik ke arah Biru, wajahnya tampak biasa saja seperti ucapan demi ucapan itu bagaikan angin lalu baginya. "Siapa?" "Paling teman. Kamu tunggu di sini aja, ya?" Jangan bilang kalau wanita yang sedang berada di depan itu adalah wanita yang sama yang tadi aku lihat sedang bersama Biru. "Aku ingin kenal." Kataku tiba-tiba, yang membuat Biru mengurungkan niatnya untuk bangkit dari duduknya. "Nanti kamu akan kenal, tapi ngga sekarang ya?" Biru berusaha meyakinkanku, y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD