BAB 27

1087 Words

Entah apa yang mendorongku hingga saat ini aku sudah berada di rumah sakit untuk menemui Biru—ah tidak, lebih tepatnya untuk menguntit Biru, entahlah entah aku tak tahu sebabnya apa. "Mbak Syani?" Aku menoleh, mendapati Nek Ida yang sedang berdiri sambil tangannya memegang bungkusan yang aku tak tahu apa isinya. Aku berjalan mundur beberapa langkah untuk menyamai posisiku dengan Nek Ida, "Ada apa nek?" "Ini buat Mbak Syani." Ucapnya tersenyum sambil memberikan bungkusan itu padaku. Dengan senang hati, aku mengambilnya lalu membukanya perlahan. Kue. Nek Ida memberikanku kue. "Ini buat saya? Tapi untuk apa nek?" tanyaku yang masih tak mengerti dengan tujuan Nek Ida. "Buat Mbak Syani sama dokter Biru—" "Iya, tapi kan saya sama dokter Biru ngga lagi ulang tahun." Aku memotong ucapan N

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD