Part 80

1126 Words

*Happy Reading* "Moy, ini gue. Kembaran lo. Gue datang." Perlahan, aku lebih mendekat ke arah Nurbaeti. Meraih lengannya yang bebas jarum infusan, terasa rapuh dalam genggam tanganku. Nurbaeti tidak memberikan reaksi apa pun. Dia terlihat sangat nyaman dalam tidur panjangnya. Tidak apa-apa. Aku tidak marah kok. Karena aku hanya ingin si gemoy ini tahu akan kehadiranku saja. "Maafin gue, ya, Moy. Gue baru bisa datang dan jengukin lo. Bukan gue sombong. Tapi ... lo tahu sendiri kan, gue ini artis sok sibuk." Aku mencoba berkelar. Membawa-bawa nyinyiran khas Nurbaeti jika sulit menghubungiku. Meski Nurbaeti masih tidak memberikan respon. Aku berharap dia bis mendengarku dalam tidurnya yang sepertinya terlalu nyaman. "Apalagi sejak lo tidur begini. Gue jadi makin sok sibuklah. Soalnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD