Di tengah kilauan permata dan gemerlap perhiasan yang dipajang indah, Nora tengah sibuk memilih perhiasan yang sempurna untuk dipakai dalam pertemuan dengan mertuanya nanti malam. Suara gemerincing halus terdengar ketika pelayan toko dengan hati-hati menata berbagai pilihan perhiasan di hadapannya. Namun, suasana tenang itu segera terganggu oleh suara langkah yang mendekat dengan mantap, membawa serta aura ketegangan yang tak terelakkan. "Sepertinya kau memang memiliki niat terselubung," suara itu, penuh dengan nada sinis, memecah keheningan. Nora menoleh pelan ke arah sumber suara, matanya menyipit sejenak sebelum mengenali sosok yang berdiri di hadapannya. Ia menaikkan alisnya, terkejut namun segera kembali tenang. "Helena?" Helena, dengan ekspresi penuh keangkuhan, tersenyum tipis

