Jam dinding sudah menunjukkan pukul 9 malam ketika Alia baru saja bisa masuk ke dalam kamarnya dan beristirahat. Untung saja Rizky suaminya, malam ini menginap di rumah temannya membuat wanita itu sedikit lega karena tidak harus bertemu dengan suaminya itu dan mungkin harus melayani nafsu Rizky, bila pria itu ada di rumah. Terus terang Alia benar-benar kecapekan. Dikeluarkannya Ponselnya dari dalam tas. Baru sekarang wanita itu bisa memegang benda itu karena sedari tadi Alia begitu sibuk dengan pekerjaan rumah yang seolah tidak habis-habisnya. Wajah Alia berubah menjadi senang ketika menerima pesan dari Fahri. Dengan cepat dibukanya pesan tersebut. Wanita itu sedikit khawatir karena pesan itu telah dikirim tadi sore sampai dengan jam 8 malam tadi. Alia takut Fahri kesal karena pesan yan

