Alia menatap Fahri, pria lain yang telah merebut hatinya. Terselip rasa bersalah di hati Alia karena telah mengkhianati Rizky suaminya, bahkan baru saja tadi dia membiarkan Fahri menjamah dan menyentuh tubuhnya dan malah membuatnya merasakan kepuasan yang baru pertama kali dirasakan oleh wanita itu. Wanita itu tahu apa yang telah dia lakukan salah, sangat salah tetapi Alia juga tidak mampu lagi menghindar dari perasaannya terhadap Fahri, dosennya sendiri yang kian hari kian membesar. "Pak ..." "Tolong jangan panggil aku , "Pak" lagi Lia. Setelah apa yang baru saja terjadi antara kita tidak mungkin kamu masih memanggil aku, "Pak". Kata Fahri lembut sambil mengelus pipi Alia pelan. Wajah Alia langsung bersemu merah mengingat apa yang baru saja terjadi antara dirinya dan Fahri bahkan wani

