“ Apa, Apa kalian terluka? “ Imbuhnya Lagi
Ternyata itu adalah Paman Lay yang kembali Lagi ke rumah.
“ Pa-paman Lay? “ teriakku.
Paman Lay menghampiri aku dan Louis dengan Raut wajahnya yang menggambarkan bahwa ia khawatir akan kondisiku dan Louis.
“ kami baik-baik saja “ ujarku pada paman.
“ apa bibi melakukan sesuatu kepada kalian? “ tanya paman Lay kepada kami.
Aku dan Louis menggeleng dan menyembunyikan tentang sikap bibi yang keras. Karena aku khawatir, ini akan menjadi masalah bagi mereka.
***
Paman Lay terlihat bergegas pergi ke kantornya. Tapi semua hal yang ku duga salah. Paman tidak benar-benar pergi ke kantornya. Ia hanya sedang mengendarai mobilnya keluar rumah.
“ aku yakin dia pasti akan melakukan sesuatu kepada Louis dan Irene “ gumam paman Lay dalam hatinya.
Paman khawatir mengenai keadaanku dan Louis. Paman memantau keadaan dari kejauhan. Terlihat bibi keluar rumah dan pergi dengan seorang laki-laki sedan putih. Saat itu paman menggunakan itu sebagai celah untuk melihat keadaanku dan Louis. Dan sontak saja paman terkejut karena dugaannya benar.
Malam setelah Paman Lay berbicara denganku soal bibi, Paman menaruh rasa curiga di hatinya. Namun paman tidak berani berbicara kepada bibi. Paman melihat bibi keluar dari kamar dan pergi ke kamarku. Paman mengatakan bahwa bibi mencoba untuk membunuhku, tetapi usahanya gagal. Saat bibi berusaha untuk membunuhku, paman mencegahnya dan menarik bibi ke kamar. Sejak saat itu, paman tidak yakin soal bibi.
“ apa yang ingin kau lakukan? “ tanya paman Lay kepada bibi.
“ aku tidak suka jika ada yang mencampuri urusan rumah tanggaku “ katanya.
“ Lalu apa kau pikir laki-laki yang kau jadikan selingkuhan tidak mencampuri rumah tangga kita? “ tanya paman Lay lagi.
“ mengapa, mengapa kau menanyakan soal itu? “ ujar bibi dengan nada tinggi.
“ Urusi hidupmu dahulu, berkacalah! Siapa yang membawa orang untuk ikut campur kepada rumah tangga kita jika bukan karena dirimu “ Sentak paman Lay.
“ dan jangan berusaha untuk membunuh mereka. Tidurlah “ Lanjut paman dengan tenang tanpa amarah.
Jadi selama aku dan paman berbicara soal bibi, paman sudah khawatir tentang keselamatanku. Sejak saat itu, paman berjaga-jaga agar aku tidak diperlakukan kejam oleh bibi.
***
“ Paman,”
“ Paman “
“ Paman “ panggilku kepada paman.
Paman langsung terkejut karena aku memanggilnya yang tengah melamun. Apa sebenarnya yang membuatnya kepikiran?
“ paman sedang memikirkan apa? “ tanya Louis kepadanya.
“ emm tidak, Paman harus pergi ke kantor sesegera mungkin “ jawabnya.
Aku dan Louis mengangguk pelan. Ngomong-ngomong, aku mencari keberadaan bibi. Kemana bibi pergi? Aku semakin bertanya-tanya.
Ku cari keberadaan bibiku, tapi bibi tidak ada di rumah. Mungkin saja bibi keluar dari rumah setelah memukuliku dan Louis. Jadi hari ini sangat aman, Dan tidak akan ada yang menyiksaku.
Sedikit ku ceritakan, selama aku tinggal di rumah bibi. Aku banyak mengalami masalah. Terkadang aku masih tidak percaya bahwa bibiku sangat kejam kepadaku. Bahkan paman Lay yang bukan merupakan Familyku sangat menyayangi aku dan selalu memastikan bahwa aku dan Louis benar-benar aman.
Jika bibi Frustasi, atau emosi dan memiliki masalah, bibi selalu melampiaskannya kepadaku. Dan Louis juga turut terkan imbasnya. Aku dipukul atau di tampar jika bibi sudah sangat frustasi, aku mungkin tidak akan Lama tinggal di rumah bibi, tapi Paman Lay selalu menginginkan aku untuk tinggal.
***
Tn.Zack memandangi kertas Laporan saham di Kantornya yang terus menerus naik, Wajah sumringah nya mulai nampak. Dan kakinya di goyangkan layaknya seorang boss hebat.
“ he he he he Zack, kau hebat sekali rupanya “ Katanya terkekeh sambil memuji dirinya sendiri.
Tak lama kemudian ada seseorang yang memasuki ruangan.
Tok tok tok
Pria itu memasuki ruangan, dengan membawa berita bahagia yang akan membuat Zack lebih besar kepala.
“ tuan, publik memuji tuan Zack karena mereka terharu kau sangat peduli terhadap rekan kerjamu “ ucapnya.
“ rekan kerja? Maksudmu Hans? “ tanya ZackLee.
“ iya tuan, mereka sangat tersentuh dengan kepedulianmu saat kau menghadiri pemakaman Hans dan mengangkat nama hans sebagai Mitra kerja yang sangat berjasa pada perusahaan ini. Mereka menulis komentar positif seperti ini di Situs Artikel tentangmu “ jawabnya sembari menunjukkan beberapa komentar di layanan situs.
“ AKU PIKIR ZACKLEE ADALAH SOSOK YANG BAIK “
“ AKU SANGAT TERENYUH DENGAN SIKAP SOSIALISME NYA YANG TINGGI “
“ HATINYA SEPERTI MALAIKAT “
“ ZACKLEE KAU SANGAT MULIA “
“ SELAIN DIA PENGUSAHA YANG TERKENAL, DIA JUGA PUNYA HATI YANG BESAR. BAHKAN IA MENGINGAT REKAN NYA YANG TELAH MENINGGAL. KEREN XIXIXI “ imbuh beberapa publik lainnya.
ZackLee semakin bangga membaca beberapa komentar tentangnya. Tawanya kembali terdengar keras membuat dia semakin percaya diri akan dirinya sendiri.
“ terimakasih mengenai informasinya, aku sangat senang “ ujar ZackLee.
“ baik tuan “ jawab sang manager.
ZackLee duduk di sofa yang berada di ruangannya sambil meneguk soju.
“ ahhh suasana yang menenangkan “ katanya lagi seperti orang gila.
Tak lama kemudian, seseorang kembali datang dan masuk ke ruangan ZackLee.
Plak
Seseorang telah melempar sesuatu di atas meja. Itu adalah buku Raport, yang di lempar oleh anaknya sendiri.
“ mengapa ayah tidak datang ke sekolah untuk menerima raport ini? “ tanya nya.
ZackLee mengajak anaknya duduk di sebelahnya.
“ kemari, bukankah ibumu datang? “ jawab ZackLee.
“ tidak, keterlaluan! Kau selalu mengandalkan ibu yah.. mengapa kau memperlakukanku seperti anak yatim? “ sanggahnya.
“ ayah sibuk, jadi kau harus bisa bersama ibumu terlebih dahulu “ ujarnya.
Anak ZackLee menghela napas tanda mengeluh, dan dia meninggalkan ZackLee dengan kesal keluar ruangan.
“ Steve, steve.. dasar anak manja “ gerutu ZackLee sembari meneguk soju dengan muka kesalnya juga.
***
Steve keluar dari ruangan Ayahnya dengan memampangkan muka kesalnya. Ia masuk ke mobilnya lagi. Dan supir mobil tersebut memberikan sesuatu yang menunjang moodnya.
“ minuman strawberry “ ucap sopir itu sambil memberikan minuman strawberry favorite steve.
Steve tersenyum dengan perlakuan sopirnya, moodnya kembali baik. Bagi steve, sopir pribadinya seperti ayahnya sendiri. Karena Tn.ZackLee jarang menghabiskan waktu bersama Steve, dan steve lebih banyak menghabiskan waktunya bersama sang sopir pribadinya.
Perlu di ketahui, ya! Steve adalah anak dari ZackLee. Dan putra satu-satunya milik ZackLee. Tapi terkadang steve merasa kesal kepada ayahnya karena ayahnya lebih mementingkan kesibukannya sendiri. 16 tahun, aku jarang bisa menghabiskan waktu bersama ayah. Biasanya ia akan menggerutu seperti itu di hatinya.
Steve sampai di rumahnya, ada ibunya yang menunggunya. Dan dengan antusias ia akan selalu memeluk ibunya saat pulang.
“ ibu aku pulang.. “ teriak Steve,
Ibunya memeluk steve seperti biasanya.
“ baiklah, anak ibu sudah pulang “ jawab ibunya.
Ibu Steve bernama Zoe Hendery, ia adalah seorang wanita sosialita. Tapi berbeda dengan ZackLee, Zoe lebih bisa memanage waktunya untuk Steve. Dan dia selalu menyayangi putra semata wayangnya, dan lebih mengutamakan Steve.
***
Hari yang cerah sekarang sudah kembaliJika gelap, matahari terbenam ke ufuk barat tanda hari sudah mulai malam. Aku dan Louis sedang menyantap makan malam di meja makan. Paman Lay hingga saat ini belum kunjung datang. Kemudian aku dan Louis masuk ke kamar karena tidak ada lagi orang yang ku tunggu.
Aku meratapi bintang yang bersinar di malam hari, sembari menemani Louis melatih dirinya bela diri. Lalu ku lihat dari kejauhan, Bibi Tiffany pulang ke rumah dengan keadaan mabuk atau hilang akal.
“ kemana saja nenek sihir ini? Mengapa pulang jam segini? “ ucapku pada Louis.
“ entahlah, mungkin gumiho ini pergi bersama laki-laki itu lagi “ kata Louis tertawa pelan.
Bibi tiffany telah memiliki julukan yang aku dan Louis buat, aku menjulukinya nenek sihir karena aksi kejamnya. Sedangkan Louis memanggilnya orang gila karena ketidak warasannya.
“ tapi dia sedang mabuk “ ujar Louis berjalan ke jendela untuk melihat bibi.
“ aku tak peduli “ jawabku sinis.
Bibi mengetuk pintu rumah dan aku bergegas membukakan pintu untuknya. Tapi aku memalingkan muka ku kepada bibi, karena aku masih ingat kejadian yang bibi lakukan kepada adikku Louis.
Namun bibi menarik rambutku dan menjambaknya saat aku membelakanginya. aku masih saja mengalah, Tetapi dia terus memancing emosiku.
“ Dasar anak payah, Suka mencampuri urusan orang lain “
“ Kau tidak pantas berada di rumahku “
“ seharusnya kau menjadi gelandangan, karena ayahmu itu tidak waras “ kata bibi sambil menunjuk-nunjuk ke arahku.
Aku kehilangan kendaliku untuk menahan emosi, akhirnya tanpa sadar aku melakukan serangan kepada bibi.
“ Berengsek “ teriakku.
Alhasil yang terjadi aku mendorong bibi ke dinding, dan menarik kerah bajunya.
“ apa kau marah? Hahahahaha “ Ujar bibi setengah sadar
Bibi menepis tanganku yang menarik kerah bajunya, dan ia ingin melakukan aksi yang akan membahayakanku. Tangannya mulai meraga guci yang berada di ruang tamu, lalu ia melempar Guci yang berada di meja ke arahku. Aku kaku untuk melarikan diri. Dan seorang penolong perfeksionis telah menolongku. Orang itu adalah Louis.
Louis mencegah bibi untuk melempar Guci ke arahku, Louis menekuk tangan bibi ke belakang. Dan sontak membuat bibi teriak kesakitan.
“ LEPASKAN, LEPASKAN AKU BODOH.” teriaknyaa.
Louis enggan untuk melepaskan itu karena Louis juga emosi terhadap perlakuan bibi kepadaku dan Louis. Di sisi lain, bibi terus saja berteriak.
“ DASAR BODOH, ANAK TERLANTAR “ Teriaknya lagi
dengan kasar Louis melepaskan tangan bibi, lalu aku menarik kerahnya lagi.
“ kau yang berengsek, kau yang b******n. Aku menyesal telah menganggapmu sebagai bibi. Dan kau wanita tidak tau berterima kasih, apa kau lupa dengan kejadian di masa lalu? Saat ayah menolongmu pada saat kau hendak bunuh diri? Jika bukan karena ayah kau sudah berada di dalam tanah. b******k ! " Sentakku panjang lebar.
“ apakah aku peduli? Aku tidak pernah menyuruh ayahmu untuk menolongku. Dasar kau payah “ Serunya seraya menarik kerahku sebagai pembalasan.
Kemudian bibi mendorongku dan aku terjatuh ke lantai. Dan tidak segan-segan bibi mengambil Guci itu lagi dan melemparnya ke arahku.
Aku menahan kepalaku dengan kedua tanganku. Bunyi Guci yang dilemparkan mulai terdenga, seluruh tubuhku gemetar mendengar suara itu. Seketika aku menggigit bibirku dan berdoa semoga tak ada bahaya mengenaiku.
Ctarrr
ini terasa aneh, mengapa Bibi tidak melemparnya ke arahku. Mengapa aku tidak merasakan sakit? Hah Louis? Apakah Louis menolongku lagi? Tidak! Jangan sampai louis yang menolongku. Aku akan semakin marah jika kali ini bibi menyerang Louis lagi.
Aku dengan pelan membuka mataku, aku terkejut ternyata benar! Guci itu tak mengenai kepalaku, seseorang kembali datang menghadang dan berkorban demi keselamatanku. Sebulir air mataku jatuh melihat orang itu terkapar di lantai dengan darah yang mengucur.