Seseorang terus saja memegangi kepalanya yang kesakitan, penyebab nya adalah karena kepalanya telah terlempar oleh sebuah guci. Apa kalian menyangka, bahwa orang itu adalah paman Lay. Dia menyelamatkanku dengan mengorbankan dirinya sendiri agar aku tidak terkena lemparan guci. Dan alhasil guci itu terbang ke arah kepalanya disertai dengan darah yang tak henti-hentinya mengucur.
Dia berusaha menyadarkan dirinya sendiri, kemudian aku dan Louis menghampirinya.
“ Paman, kau tak apa? “ ucapku khawatir.
Bibi ku yang setengah sadar kemudian tergeletak di lantai dan pingsan akibat minum terlalu banyak. Louis membawanya ke kamar dan aku menolong paman Lay yang kesakitan.
“ aku tak apa “ jawabnya seraya menahan rasa sakitnya.
“ paman hanya perlu beristirahat “ tambahnya lagi.
" Tidak, kau terluka. Darahnya terlalu banyak keluar " ucapku khawatir.
" Bawa paman ke kamar saja " katanya.
Aku mengangguk dengan penuh risau dan membawa paman ke kamarnya agar ia bisa beristirahat. Tak lupa ku ambil beberapa obat dan kain untuk ku obati kepalanya yang sudah penuh dengan cairan merah.
***
5 tahun kemudian
Selamat ulang tahun
Selamat ulang tahun
Selamat ulang tahun
Selamat ulang tahun
Hari ini perayaan ulang tahun Steve yang ke-21. Seperti biasanya perayaan kali ini dibuat lebih meriah dari perayaan selanjutnya, Suasana pesta juga tak kalah megah. Karena dia adalah anak dari konglomerat jadi tak heran jika pestanya sangat amat berada pada batas spektakuler.
Tamu-tamu yang hadir juga sangat ramai, semua teman sekolahnya dan Rekan-rekan ayahnya, dan juga kerabat-kerabatnya.
“ selamat ulang tahun putra ibu “ ucap ibu nya seraya mencium kening putra tercintanya.
“ terima kasih bu “ jawabnya tersenyum.
Semua tamu-tamu undangan memberikan ucapan selamat dan doa kepada Steve. Dan semua tamu menikmati undangan ini.
Semuanya tampak menikmati pesta dan jamuan yang di sediakan oleh keluarga konglomerat ini.
Boom
Sebuah tamu tak di undang datang, itu adalah suara bom yang terdengar dari luar. Semua tamu keluar dari mencari letak sumber suara.
Sebuah peluru di keluarkan dari dalam pistol. Peluru tersebut mengarah pada seorang Steve. Namun sayang sekali, seseorang yang sigap dan tanggap dengan peka menghalangi tubuh Steve. Peluru tersebut akhirnya mengenai tubuh sang pengawal pribadi steve yang hebat.
Kali ini tidak ada yang namanya jamuan meriah dan semua tamu hura-hura mnikmati pesta besar itu. Karena semua berubah menjadi rasa panik akibat serangan salah satu oknum kepada keluarga Steve.
Tapi siapakah orang yang mengubah suasana indah ini menjadi tragis?
Entahlah, tapi ZackLee tidak tinggal diam soal ini. Ia menyuruh polisi untuk menyelidiki kasus ini agar tidak berbahaya bagi keluarga di kehidupan selanjutnya.
***
Aku menduduki kursi kecil yang berada di taman rumahku, ya! Kali ini aku bisa bebas dari serangan bibi dan penyiksaannya. Di usiaku yang cukup dewasa ini, aku memberanikan diri untuk tinggal di rumah pribadi bersama Louis. Tidak sebesar rumah bibi, tapi ini cukup nyaman.
Secangkir kopi menemani malamku yang sedikit gundah. Aku merenungi sesuatu yang membuat malamku tak lagi indah.
“ berengsek sekali “ kesalku menaruh kopi di meja dengan keras.
Louis kemudian menghampiriku
“ mengapa kau selalu kesal? “ tanya louis .
“ mengapa aku tidak bisa berhenti memikirkan ayah dan ibu, mengapa? “ jawabku melonjak.
“ itu karena kau kesepian “ ucap nya.
Fuhh.. aku menghela napas, selama bertahun-tahun aku selalu memikirkan soal ibu dan ayah. Dan ketika aku memikirkan soal ini aku akan merasa gundah. Karena sampai saat ini aku belum mampu menuntaskan pembalasanku.
Padahal aku sudah dewasa, dan aku selalu meendambakan pembalasan ini. Tapi aku menjadi kesal dan emosi ketika aku mengingat orang tuaku, aku pun akan mengingat bayang-bayang makhluk keji yang bernama ZackLee.
“ Louis, aku akan melakukan pembalasan ini “
“ setelah bertahun-tahun aku berdiam diri, kali ini adalah saatnya “ lanjutku pada Louis.
Louis mendongakkan kepala ke arahku.
“ jangan terburu-buru, untuk melawan orang sepertinya. Butuh strategi yang tepat. Aku tidak ingin tergesa-gesa dalam mengambil langkah namun kau tidak perlu khawatir soal itu. Aku akan memikirkannya “ kata Louis.
Aku mendengarkan nya seraya menyeruput secangkir kopi.
“ baiklah “ jawabku
***
Zacklee tetap tegang karena mengingat kejadian yang menimpa di ulang tahun putranya. Pikirannya dipenuhi dengan rasa khawatir bercampur dengan ketakutannya sendiri. Dadanya terus berdebar dan ia juga sedikit gemetar. Dengan sigap ia mengambil tindakan dalam hal ini.
“ halo, aku ingin kau menyelidiki kasus ini “ kata ZackLee
Ia menelpon seorang agen pribadi yang biasa di perintahnya, dan ia memerintah agennyya itu untuk menyelidiki kasus yang menimpa putranya.
“ baiklah tuan “ jawab agen nya itu.
Zacklee mencoba merebahkan tubuhnya di atas kasur, tangannya terus saja di otak-atik tandanya ia sedang tidak tenang dalam menghadapi hal seperti ini.
“ Vincent morgan, jika memang benar kau yang melakukan ini. Ku pastikan kau akan akan membayar semuanya “ gerutunya.
Kemudian, Ny.Zoe memasuki kamar. Ia melihat Zack yang khawatir dan dia mencoba untuk menenangkanmya.
“ apa yang mengganggu pikiranmu? “ tanya nya sambil merapikan setelan ZackLee yang berantakan.
“ bagaimana keadaan Steve? Apa dia tetap tegang? “ kata ZackLee membalikkan pertanyaan.
“ ya! Sepertinya. Mengapa kau begitu peduli? “ tanya balik Ny. Zoe.
“ sudah jelas dia putraku “ ketus ZackLee.
“ ya! Seharusnya kau lebih banyak menghabiskan waktu dengannya jika kau memang ayahnya. “ sindir Ny.Zoe
“ apa maksudmu “ sentak ZackLee emosi.
“ kenyataan yang terjadi adalah Steve lebih dekat bersama sopirnya. Apa kau tak malu kepadanya? “ serang balik Ny. Zoe.
Zack yang terbaring kemudian berdiri karena emosi.
“ Tutup mulutmu, apa kau tidak bisa berhenti menyalahkanku? “ kata ZackLee hingga menunjuk-nunjuk wajah Ny. Zoe.
Dengan spontan Ny.Zoe menggenggam jari telunjuk ZackLee yang mengarah ke wajahnya dan dengan tegas berkata.
“ maka penuhi kewajibanmu sebagai ayah. Karena Steve tidak hanya kenyang jika ia hanya mendapatkan harta dari ayahnya “ katanya dan lanjut menghempas jari telunjuk ZackLee.
ZackLee tidak bisa melawan Ny.Zoe dengan kata-kata lagi. Dengan wajah merahnya ia meninggalkan ruangan dan pergi keluar dari rumah.
Di sisi lain, Steve menguping pembicaraan kedua orang tuanya. Betapa terpukulnya ia setelah mendengar semua percekcokan yang terjadi antara kedua orang tuanya.
Dan untuk menenangkan pikirannya, ia pergi ke suatu tempat. Tempat khusus yang biasa ia datangi ketika dirinya sendiri mengalami kegundahan. Tempat itu adalah sebuah danau yang jaraknya jauh dari tempat tinggalnya.
Di tepi danau terdapat pohon, dan ketika Steve tengah gundah, ia akan memanjat pohon itu dan duduk di atasnya. Dan tak lupa ia membawa beberapa batu yang akan ia gunakan untuk di lemparkannya ke danau tersebut.
“ aku pikir, hari ini akan berkesan. Tapi rupanya ini sama saja “ gumam steve sembari melempari batu.
“ issss payah sekali. Aku benci seemuanyaa “ teriak Steve terus saja melempari batu dengan cepat.
Setelah berteriak Steve kemudian menunduk seraya meratapi nasibnya. Tak sadar beberapa bulir air matanya terjatuh.
“ hikss hikss aku memang hidup dengan nyaman, tapi aku sama sekali tidak mengerti apa artinya kekayaan. Bisakah tuhan memberiku satu kali kesempatan agar bisa hidup bahagia bersama keluargaku? “
“ orang tuaku..mereka masih hidup tapi ayahku berlagak seperti telah tiada. Hahaha aku anak yang sangat malang “ lanjut steve sambil menangis.
Air matanya tidak bisa di bendung lagi. Ia seperti anak frustasi dan banyak beban hidup.
***
Louis meninggalkan kakaknya yang terus saja menyeruputi kopinya. Irene tetap termenung dengan wajah dinginnya.
“ apa kau akan menjadi batu di taman? Masuklah kedalam disini dingin “ ujar Louis
Namun Irene hanya memberinya jjawaban dengan wajah sinisnya.
“ terserah kau saja “ lanjut Louis.
Louis meninggalkan Irene di luar sendirian. Ia masuk ke rumah dan menuju kamarnya untuk istirahat.
Irene tetap saja berada di Taman dan medongakkann kepalanya ke atas untuk menatapi beberapa bintang.
Selang beberapa menit, ada hal yang mengejutkannya.
“ apa itu? “ ucapnya.
Irene mencari letak suara itu, dan suara itu membawa Irene ke sebuah tempat. Ini adalah suatu tempat dimana dipertemukannya Irene dan Steve. Yaa ini sebuah danau yang biasa di jadikan Steve sebagai tempat persinggahan.
Irene mengamati pemuda yang berada di atas pohon. Tangannya ditekuk dan kepalanya menggeleng kebingungan.
“ is is iss mengapa dia terlihat mengenaskan? “ suntuknya
Irene menghampiri Steve hingga berdiri di bawahnya.
“ bisakah kau pergi dari sini? Aku terganggu dengan teriakanmu “ kata Irene.
Namun Steve masih saja terdiam
“ apakah kau dengar? Aku terganggu. Pergilah jika kau tidak ingin ku bunuh disini “ teriak Irene mengusir.
“ kau bisa membunuhku sekarang juga. Aku dengan senaang hati menerimanya “ jawab Steve pasrah.
Irene terkejut mendengar jawaban Steve yang sangat santai.
“ Aiguu, namun sayang sekali aku kasihan melihat wajahmu yang memelas itu.” sentak Irene.
Steve kembali terdiam dan tidak menjawab sepatah katapun. Ia masih tidak sadar jika ada seseorang yang mengajaknya berbicara.
“ dasar orang ini “ gerutu Irene kesal.
Kemudian Irene mengambil batu yang di lempari Steve ke danau. Dan batu itu di lempar ke arah Steve oleh Irene.
Batu itu mengenai kepala Steve dan sontak membuat Steve tersadar. Lalu Steve melihat ke arah bawah. Yang mana ia melihat Irene yang sedang kesal saat itu.
“ hei kau turunlah sekarang.” teriak lagi Irene dengan muka kesalnya.
Steve tidak mendengarkan perintah Irene.
“ turun, aku berkata kepadamu turun sekarang “
Steve kemudian turun dari pohon sambil menghapus air matanya yang menempel di pipinya.
“ ha, apakah pria ini menangis? Waa sedih sekali “ Ejek Irene dengan wajah sinisnya.
“ aku pikir aku sedang berbicara dengan arwah pohon ini. Ternyata manusia yang mengajakku bicara “ jawab Steve
Irene melotot mendengar jawaban steve.
“ dasar kau. Ini sudah malam, kau menggangguku. Sebaiknya kau pergi sekarang “ sentak Irene sembari mengarahkan Steve ke arah jalan pulang.
“ hahaha kau menyuruhku pulang? Apa ini danaumu? Lagian aku tidak pernah melihatmu sebelumnya “ ujar Steve tertawa kecil.
“ aku tidak ingin mendengarkan omong kosongmu yang tidak lucu ini “ jawab Irene dingin.
“ hey, sepertinya aku di usir oleh arwah danau dengan wajah sinisnya. Lalu berkata hei kau pergilah dari sini kalau kau tak ingin ku bunuh. Hahahahaha aneh sekali “ Ejek Steve sekali lagi dengan memoncongkan bibirnya yang mungil dan meniru nada bicara Irene yang menyuruhnya pulang.
“ Aapa kau tidak pernah merasakan beberapa sayatan ini?
“ Ancam Irene sambil mengeluarkan pisau dari kantongnya.
“ hei hei, mengapa dia menyeramkan sekali “ Kata Steve
Irene menunjuk badan Steve dan memberi kode untuk menyuruh Steve Pulang.
“ pergi “ kata Irene kembali sinis.
Dengan gemetar Steve mematuhi kode dari Irene dan melangkahkan kakinya untuk pulang. Dan Irene menghela napasnya sendiri.
“ huh aku membuang tenagaku secara cuma-cuma “ kata Irene sembari melangkahkan kakinya untuk pulang juga.
Dan tanpa di sadari di sepanjang jalan pulang, Irene merasa ada seseorang yang mengikutinya. Ia merasakannya saat berada di tengah-tengah perjalanan menuju pulang. Siapa orang itu? Apa dia akan membunuhku?