SALAM PERPISAHAN

1830 Words
Pagi yang cerah, matahari bersinar dengan sopannya. Angin pagi memasuki kamarku lewat fertilasi udara. Tanda untukku bangun dan melaksanakan rutinitasku. Kali ini aku berumur 20 tahun. Aku telah menjadi wanita yang mampu berdiri sendiri dan tanpa menjadi beban bibiku lagi. Di umur ku yang ke-20 tahun, aku menghabiskan waktuku dengan bekerja paruh waktu di sebuah Cafe bubble tea di daerah kota. Sedang adikku Louis, tengah mencari-cari pekerjaan yang cocok untuknya. “ Irene, bagaimana jika aku bekerja paruh waktu sepertimu juga?” Kata Louis meminta pendapatku. Aku membalikkan badanku ke arah Louis, dengan lagak tercengang. “ Louis, jika kau bekerja sepertiku kau hanya akan membuang-buang waktu. Kau ini anak yang berpotensi” jawabku. “ lalu aku harus bagaimana? “ lanjut Louis menaanyakan sebuah pertanyaan. “ arghh, gunakan ilmu mu untuk membalaskan dendam. Kau harus bekerja pada ZackLee.” jawabku lagi sembari memiringkan bibirku. “ apa aku harus menjadi pelayannya? “ ulang lagi Louis “ mengapa kau terus bertanya! Yang pasti bekerjalah untuknya. Dasar bodoh “ lanjutku lagi. Mataku melirik pada arloji yang ku kenakan, Jam menunjuk pada pukul.07.30 , aku harus segera bergegas pergi bekerja. Perlu kalian tau, kali ini aku hanya tinggal berdua bersama Louis. Aku menghabiskan setengah gajiku untuk membayar sewa rumah. Cukup sederhana, tapi ini sangat nyaman untukku dan Louis. Mengingat perlakuan bibiku yang senantiasa menyiksa dan memperlakukanku seperti b***k. Bahkan ia tega melakukan kekerasan, membuatku enggan untuk lama-lama bertahan. Namun, paman Lay selalu menjengukku dan Louis jika ia memiliki waktu senggang. “ permisi, bolehkah aku memesan 1 bubble tea? “ kata salah satu pelanggan. Aku mengangguk dan melayani pelanggan itu. “ apakah kau ada waktu? Aku ingin mengajakmu berkencan malam ini “ ucap pelanggan yang lain. Aku menemui beberapa tipe pelanggan, kebanyakan semua pelanggan di kedai ini adalah para pria. Dan tak sedikit dari mereka yang selalu menggodaku. “ silahkan memilih varian yang tertera di depan “ jawabku sinis. Dan tak sedikit pula aku memperlakukan mereka dengan wajah sinis dan sikap dinginku. Pemiliki kedai memintaku untuk bekerja di tempat ini, karena berkatku, suasana di kedai ini menjadi ramai dan bahkan sangat ramai dari biasanya. Itu karena mereka terkesima dengan wajah cantik irene, sahut pelayan lainnya yang juga bekerja di tempat kerjaku. “ hei mengapa kau tidak menjawabku? “ Kata pelanggan dengan menyolek daguku. Tanganku mulai gatal untuk menampar wajah pelangganku yang keterlaluan, tapi aku menahan amarahku untuk memberi mereka pelayanan terbaik. Sayangnya, tingkahnya semakin keterlaluan terhadapku. Ia semakin menyentuhku. Dengan tangan gatalku yang semakin tidak terkendali, aku menepis tangannya yang menyentuh pundakku. Lalu aku menatapnya dengan memiringkan bibirku. “ woah, apa ini? Seorang pelayan telah menolak pria sepertiku? “ ucap pelanggan itu merendahkanku. “ apa kau ingin bermain-main denganku? asal kau tau, aku bisa membeli bahkan menghancurkan seorang pelayan sepertimu “ lanjutnya. Aku menarik kerah bajunya setelah mendengar ucapan kotornya. ku dekatkan wajahku ke arahnya. Tangan kananku mulai mengambil pisau yang berada di meja kasirku. Lalu ku arahkan pisau itu ke arah lehernya. “ dan aku bisa lebih menghancurkanmu, bahkan membunuhmu kapan saja “ jawabku seraya ku angkat alis kananku. “ teruslah mengintimidasiku, jika kau memang berniat ingin pergi ke alam baka” kataku semakin kasar Pelanggan itu semakin takut dengan tingkahku. Kaki nya bergetar, dan dadanya berdebar kencang, ia pun sesekali menelan ludahnya. Aku melepaskan tanganku yang menarik kerahnya dengan kasar dan ia pun akhirnya pergi dengan lari terbirit-b***t. Ahhh..kejadian ini bukan kali pertamanya, tapi tetap saja reaksi dari pengunjung yang lainnya tetap sama. Semuanya takut melihat aksi ku membela diri. *** Seorang pria berjalan menuju ke arah kantor Tn.Zacklee. Pakaiannya terlihat seperti seorang gangster. Tatto yang terukir di lehernya menarik perhatian khalayak ramai. Dan tentu saja semua mata tersihir pada otot yang semakin menambah penampilannya. “ apakah aku bisa bertemu dengan Zacklee? “ tanya nya pada seorang pegawai yang bekerja di kantor Tn.ZackLee. “ apa anda sudah membuat janji untuk bertemu dengannya? “ jawabnya dengan melontarkan pertanyaan. “ tidak! tapi kau bisa memberi tahunya, bahwa jika dia tidak menemuiku dia akan menyesal” ucapnya. “ baiklah, saya akan menelponnya untuk bertanya “ sahut pegawai itu. Pria itu mengangguk seraya memainkan jari jemarinya. “ tuan, Tn.ZackLee meminta anda untuk menemuinya “ kata pegawai. Senyum tipis mulai terpajang di wajah sang pria. Dan pria itu mulai berjalan menuju ruangan ZackLee. Zacklee duduk di kursi kerjanya, ia memutar-mutarkan kursinya sambil menunggu seseorang yang teringin sekali menemuinya. Rasa penasaran mulai muncul di benaknya. Ada urusan apa hingga ingin menemuiku? Pria bertatto memasuki ruangan ZackLee, lalu ia membuka obrolan dengannya. “ apa kau yang bernama Zacklee? “ ucapnya bertanya “ ya, aku Zacklee. Ada apa hingga menemuiku? “ ujar zacklee kembali bertanya. Pria itu kemudian duduk di kursi yang tersedia di depan meja Zacklee seraya menekuk kakinya ke atas pahanya. Lalu ia memberikan sebuah foto kepada Zacklee. “ lihatlah baik-baik foto itu “ kata pria bertatto Zacklee mengambil foto yang pria itu berikan. Sorot matanya semakin menggambarkan bahwa ia benar-benar sangat penasaran. “ aku tau bahwa ada peristiwa pengeboman dan penembakan yang terjadi di rumahmu. Jadi pria itu yang telah melakukannya “ lanjut si pria bertatto. “ tapi ini tidak ada hubungannya dengan keluargaku. Apa ini musuhku? “ tanya Zacklee. Pria itu lagi-lagi mengeluarkan beberapa foto yang berada di sakunya. “ aku tidak akan berbicara omong-kosong jika tanpa bukti, aku hanya ingin membantumu. Yaaa seperti itu “ ujarnya Zacklee mengambil foto itu kembali, dan emosinya mulai terpancing. “ ohh jadi ini yang mencoba menghabisi anakku. Tekadnya sangat besar. Tapi apa masalahnya denganku? “ kata Zacklee. “ dan apakah kau adalah musuh dari orang ini? “ lanjut Zacklee bbertanya kepada si pria bertatto. “ perkenalkan namaku mihaw, dan orang yang berada di foto itu bernama Lay. Aku sengaja mengikutinya saat malam hari saat kejadian. Sepertinya Dia berusaha menyerang putramu. “ kata Mihaw. “ kurang ajar “ sentak Zacklee. “ tapi aku kesini, bukan hanya memberikan foto itu cuma-cuma. Jika kau menyayangi putramu tangkap orang itu dan selidiki kasusnya. Tapi pasca kejadian, sepertinya kau hanya diam? “ ujar Mihaw. “ apa kau pikir aku diam? hidup putraku adalah hidupku “ ucap Zacklee dengan nada tinggi. “ oke, terserah denganmu. Baiklah aku tidak ingin membuang-buang waktuku lagi. Ini kartu namaku, kau bisa mengandalkanku kapan saja. Tapi ingat! Ini tiidak cuma-cuma “ Sahut Mihaw sambil memberikan seutas kartu nama. Mihaw kemudian pergi meninggalkan ruangan. Sedang Zacklee masih saja menyoroti foto yang mihaw berikan. “ jadi orang ini yang bermain-main denganku?” gerutu Zacklee sambil meremas foto yang dipeganginya. *** Setelah seharian bekerja, tak terasa matahari pun mulai berjalan ke arah ufuk timur. Sinarnya yang terang kini berubah menjadi warna oranye semakin membuat panorama semakin indah, inilah saat yang tepat untuk menyenja. Dan saat inilah aku bisa kembali pulang. Aku melangkahkan kakiku untuk menuju arah rumah. Langkah demi langkah, hingga akhirnya aku sudah melewati setengah perjalanan. Dan di belakangku, ada seseorang yang mencoba mengikutiku. Ya, aku menyadarinya. “ jadi, ada yang mencoba berurusan denganku? “ ucapku dalam hati. Aku bukanlah seseoraang yang sakti, tapi aku bisa merasakan jika ada seseorang yang mengikutiku. Karena apa? Karena aku sudah terbiasa dengan hal seperti ini. Kebanyakan para pria mengejar, mengikuti, atau bahkan menguntitku. Aku berjalan seperti biasanya, sungguh penasaran. Apa ini pria bodoh yang akan meminta nomor ponselku, atau mengajakku berkencan? lalu ku berhentikan langkahku secara tiba-tiba. Dan pria itu akhirnya menabrak ku dari belakang. Tampak seperti seorang selebriti yang berusaha berlenggak seperti orang biasa. Memaikai celana jeans berwarna hitam dan sepatu sneakers. Lalu, menggunakan jaket hitam tebal dan menundukkan kepalanya. Telunjukku mulai bereaksi dengan mendongakkan kepalanya yang menunduk. “ woah, ternyata bukan seorang selebriti, tapi seorang pria bodoh yang kutemui di danau “ ucapku mengintimidasi. “ mengapa kau mengikutiku? Mengapa ? mengajakku berkencan ? “ tanyaku dengan nada tinggi. Ia menutup mulutku dengan tangannya. Mataku membulat karena tingkahnya. Lalu ia menjulurkan tangan kanan nya kepadaku. “ aku steve, perkenalkan “ Kata nya manis. Aku menepis tangannya yang di julurkan “ omong kosong “ jawabku. Kemudian, aku pergi dari hadapan steve dan ia berusaha mencegatku. “ aku berniat baik disini, mengapa kau membalas niatku seperti ini “ ucap steve. “ berniat baik? Apakah mengikuti seseorang dan menutup mulut seseorang tanpa izin adalah niat baik? “ kataku sambil melotot. Aku meninggalkannya lagi, tapi kali ini ia tidak mencegatku. Ia malah semakin mengikutiku dari belakang. Lalu aku mempercepat langkahku, dan ia juga semakin mempercepat langkahnya. Tidak ada cara lain, maafkan aku anak manusia. Sekarang saatnya aku menendangkan kakiku ke arah belakang. Dan alhasil itu mengenai perut steve dan ia terjungkal. Ku dekatkan tubuhku ke tubuh steve, dan ku tarik jaket tebalnya. Seraya mengucapkan. “ sudah ku peringatkan kau dari awal untuk pergi. Aku tidak hanya memperingatkanmu untuk pergi dari danau. Tetapi dari hadapanku juga” ucapku. Lalu ku keluarkan pisau yang biasa ku letakkan di saku ku. “ kau lihat ini anak muda, ini pisau. Dan ujung dari pisau ini saangattt tajam. Jadi jika ini mengenai leher manusia, sudah terbayang bukan?! “ lanjutku menakut-nakuti. Mata steve mulai melotot ketakutan, ia terus melirik pada pisau yang ku dekatkan ke arahnya. Sama seperti pelanggan tadi ia juga menelan ludahnya karena ketakutan. “ jadi, sebaiknya kau berhenti membuang-buang waktumu untuk mengikutiku “ bisikku ke telinga steve. Setelah aku melakukan adegan itu, aku mulai pergi meninggalkan steve. Dan ku lihat steve sedang mengatur ulang nafasnya. Mungkin ia sedang sangat ketakutan sekarang. “ ternyata laki-laki itu sangat lemah “ gerutu ku dalam hati. *** Aku telah sampai di depan rumahku. Sebuah mobil terparkir di depannya. Itu adalah mobil pamanku yaitu paman Lay. Ku buka pintu rumahku, ternyata benar. Paman Lay dan Louis sedang berbincang-bincang di ruang tamu. “ ada paman,” ucapku. “ iya, aku telah lama menunggumu “ kata paman Aku bertanya-tanya, dan aku mulai duduk di sofa tepat di samping Louis. “ jadi paman ingin membicarakan soal apa? “ Tanya Louis. “ Paman tau selama kalian tinggal bersama paman, aku tidak pernah melindungi kalian. Bahkan saat bibi kaalian menganiaya, aku tidak pernah ada karena kesibukanku bekerja. Paman minta maaf “ rintih paman pelan-pelan Alisku berkernyit, dan Louis membulatkan matanya. “ apa maksud paman berbicara seperti ini? “ Tanya kembali Louis yang penasaran. “ cepat atau lambat paman mungkin tidak akan berkunjung lagi. Jadi paman ingin mengatakan permintaan maaf kepada kalian “ Kata paman berkaca-kaca. Tatkala paman mengucapkan kata-kata perpisahan, paman menyentuh pundakku. “ Irene, tolong jaga adikmu baik baik “ tambah paman. Aku menundukkan kepalaku, aku tidak bisa berkata-kata. Karena paman mengucapkan salam perpisahan mendadak yang membuatku terpukul. Sedang Louis, matanya mulai berkaca-kaca seakan-akan tidak menerima kepergian paman. “ baiklah, Irene dan Louis. Paman akan pulang, aku harap kalian berbahagia “ ujar paman sembari meninggalkan sofa yang di duduki nya. Louis tetap duduk di tempat duduknya, ia tidak beranjak sedikitpun. Kini ia mengejar paman Lay yang pergi keluar. Tapi aku menarik tangannya. “ sudahlah Louis, percuma kau mengejarnya “ kataku “ tapi Irene, paman layaknya orang tua kita Irene “ Jawab Louis memaksa. “ paman telah memutuskan untuk pergi. Jadi tidak perlu di kejar lagi. “ ucapku. “ tapi kemana ia akan pergi? “ tanya nya. “ entahlah, aku...juga tidak tau. “ kataku.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD