PAMAN LAY PART 1

1723 Words
Sebuah mobil melintas dengan kecepatan konstan, tapi lama-kelamaan kecepatannya semakin tidak stabil. Lajunya semakin cepat lalu secara spontan. Pria yang berada di dalamnya menginjak rem. Critttt “ ahhhh “ pria itu menghela napasnya dalam-dalam. “ aku tidak pernah takut terhadap seseorang, aku memang pecundang. Tapi itu dulu bukan sekarang. Kali ini aku tidak akan pasrah dan aku akan terus mempertaruhkan nyawaku. “ katanya dalam hati kecilnya. “ aku selalu mengajarkan Louis cara membela diri, dan menjadi pria tangguh. Jadi aku tiidak akan mengkhianati diriku sendiri “ lanjutnya. Paman Lay tau bahwa sesuatu akan terjadi pada dirinya. Ia menghela napasnya dengan panjang. Tapi bukan untuk menyerah, ataupun pasrah. Ia hanya sedikit khawatir akan nasibnya yang tidak akan pernah bertemu lagi dengan keponakan tersayangnya. Secara logika, Paman Lay bukanlah keluarga sebenarnya. Tapi naluri yang nyata, bahwa ia lebih menyayangi Louis dan Irene melebihi Tiffany sang bibi yang secara akal merupakan family nya sendiri. “ paman berjanji akan selalu melindungi kalian “ Lalu ia mulai menjalankan mobilnya kembali dan pulang menuju rumah. Benar saja, hari sudah mulai malam. Sinar rembulan yang terang tidak bisa menerangi hati paman Lay. Karena di malam ini, ia di serang oleh rasa khawatir yang menyelimuti dirinya sendiri. *** Suara panggilan di ponsel mihaw berbunyi. Ia sedang asyik berolahlaga untuk membentuk otot perutnya. “ siapa malam malam begini? “ kata mihaw seraya mengambil ponsel. “ ya halo siapa ini? “ tanya mihaw. “ Zacklee “ jawab seseorang yang menelpon mihaw. Alis kanan mihaw mulai terangkat. “ ada apa Zacklee? “ tanya balik Mihaw. “ kau bisa membantuku kan? “ kata Zacklee. “ datanglah ke kantorku besok “ lanjutnya. “ baiklah, tunggu saja aku besok “ jjawab Mihaw. Mihaw tersenyum tipis karena Zacklee membutuhkannya. “ kali ini kau akan mati lay “ gerutu Mihaw tersenyum. *** Sosok yang di tunggu-tunggu saat pagi menyambut kembali. Sang mentari penerang alam semesta timbul dengan sinarnya yang terang. Seperti biasa aku harus bekerja di kedai bubbletea untuk bekerja. “ silahkan memesan menu yang tertera “ sapaku pada pelanggan. “ aku ingin membeli varian matcha “ kata pelanggan tersenyum. “ baiklah, kau bisa menunggu beberapa menit “ sahutku Semuanya tampak seperti biasanya. Para pelayan yang sigap bekerja dan beberapa pelanggan pria yang menikmati bubbletea sambil menatapku. “ permisi bisakah aku memesan bubbletea? “ kata seorang pelanggan mengagetkanku. Terkejut sekali diriku saat ku menolehkan wajahku ke arah pelanggan. Rupanya pelanggan itu adalah steve si bocah lemah yang mmengikutiku kemarin. “ ahh bocah lemah “ gerutuku dalam hati. Tapi aku berpura-pura tidak mengetahui dirinya “ silahkan memilih varian yang tertera “ ucapku sinis. “ aku ingin varian original “ katanya tersenyum girang “ baiklah anda bisa menunggu beberapa saat “ kataku datar. Steve kemudian duduk di bangku yang tersedia di kedai, sepanjang waktu ia terus menatapku. Entah mengapa itu membuatku sangat risih. Dibandingkan tatapannya, aku lebih menyukai tatapan dari pelanggan lainnya. Aiguu benar benar menjengkelkan. “ ini pesananmu “ ucapku seraya memberikan bubble tea yang di pesan oleh Steve. “ terima kasih “ jawabnya. Aku tetap berdiri di hadapannya. Dan ia terus saja menatap diriku. “ bisakah kau berhenti menatapku. Aku terganggu “ kataku sinis kembali. “ aku tidak pernah menatapmu “ ucapnya. “ jadi kau mempunyai nyali, hingga berani menemuiku lagi? “ ujarku dengan nada tinggi. “ mengapa? Kau akan mmengeluarkan pisau yang berada di sakumu? “ serang balik Steve. “ kau sangat beruntung, para pelanggan disini menyelamatkanmu “ ucapku. Jika seandainya tidak ada pelanggan yang datang, mungkin aku akan menghancurkannya. *** Tn.Zack dan Mihaw menduduki sofa kantor yang lembut, seraya meneguk soju yang di tuangkan oleh Mihaw. Mereka saling mengobrol soal sesuatu, apakah itu? “ ada apa memanggilku kesini? “ tanya Mihaw sambil menuangkan soju ke gelas Zacklee yang sudah kosong. “ aku ingin membicarakan sesuatu “ Ucap Zacklee. “ katakan “ jawab Mihaw singkat. “ karena aku sudah mengetahui bahwa pelaku itu Adalah Lay, aku ingin membuat perhitungan. Yaa aku memang tidak mengenalnya, tapi setidaknya aku ingin memberinya pelajaran karena telah mengusik darah dagingku “ ujar Zacklee. “ wow bagus, apa rencanamu? “ Tanya Mihaw sambil memuji. “ Itulah mengapa aku menyuruhmu datang kemari, aku ingin kau menyusun rencana “ Ucap Zacklee. “ oh sudah kuduga, tapi tentu saja aku sudah menyusun rencana nya “ Ujar Mihaw menyeruput soju lagi. “ oke, jadi apa rencanamu? “ tanya Zacklee seraya menuang balik soju ke arah gelas Mihaw. Mihaw mengangkat alis kanannya, dan memiringkan bibirnya. Ia kemudian mengambil gelas yang telah di tuangi soju oleh Zacklee. Ia tidak memberi tahu rencananya agar Zacklee terus penasaran. “ bersulang ? “ Ujar Mihaw memiringkan bibir Dan kemudian Zacklee mengarahkan gelasnya untuk bersulang ria. *** Matahari mulai tenggelam ke arah ufuk barat, tanda hari sudah mulai berganti menjadi malam. Bintang-Bintang mulai menampakkan dirinya, di iringi dengan rembulan yang menemani bintang untuk menerangi kehidupan sejuta umat. Louis melangkahkan kakinya untuk beranjak ke arah rumah pamannya. Seperti biasanya, rupanya rumah ini tidak berubah. Masih sama seperti dulu kala Louis dan Irene masih bertempat tinggal di gubuk besar ini. Tangan Louis mengetuk pintu rumah beberapa kali, namun tidak ada yang membuka pintu. Bibi Tiffany kini tengah tinggal bersama Mihaw sang selingkuhannya. Jadi paman Lay kini tinggal seorang diri. Pintu rumah akhirnya di buka, Paman lay yang membukanya. “ kau datang Louis? “ Kata paman menyapa. Louis pun tersenyum, lalu Paman Lay mengajaknya ke dalam. “ ada apa kesini? “ tanya Paman. “ aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja “ jawab Louis seraya menduduki sofa. “ aku tidak apa-apa “ ujar paman. Louis memeluk Paman Lay, dan mengatakan “ ya, aku percaya kau tak apa. Tapi jika kau ada masalah jangan sungkan untuk bercerita kepadaku paman “ ucap Louis. Paman Lay merangkul dan menghela napas. “ iya terima kasih Louis “ kata paman. Kini saatnya Louis untuk beranjak pulang, Drama berpelukan antara paman dan keponakan akhirnya selesai. Louis melangkahkan kakinya untuk meninggalkan pamannya seraya terus mengusap-usap pundak pamannya. Selang beberapa lama, mobil sedan putih di iringi dengan mobil fan datang dan parkir di depan rumah paman Lay. Beberapa orang keluar dari mobil Fan dan masuk mendobrak pintu rumah paman Lay. Paman Lay terkejut dengan adanya kejadian itu, rasa tenang setelah bertemu dengan keponakannya seketika berubah menjadi rasa terkejut tak terduga. “ siapa kalian? “ Kata paman panik. Tetapi mereka semua tidak menjawab dan langsung menarik tangan paman. Paman Lay seketika mengeluarkan jurus bela diri nya yang lihai. Ia melawan beberapa kelompok orang tak di kenal yang memasuki rumahnya. Beberapa orang terlempar oleh tendangan paman, namun yang lain masih bisa berdiri lagi. Dengan sigap beberapa orang tetap mengikat paman Lay dan menampar wajahnya dengan keras lalu di susul dengan menyuntik bagian lehernya hingga tak sadarkan diri. Satu orang tetap duduk dengan rilex di dalam mobil sedan, sambil menghisap sebatang rokok. Di bawanya paman Lay ke sebuah tempat yang mana itu tidak di ketahuinya. Dan di saat paman Lay bangun dari pingsan, ia semakin syok karena tiba-tiba ia tidak bisa melibat apa-apa karena gelap. “ sepertinya seseorang telah membungkus kepalaku “ gerutunya dalam hati. Tiba-tiba seseorang membuka pembungkus di kkepala paman. Dan paman akhirnya mendongakkan kepalanya. “ mihaw? “ kata paman terkejut. Yang benar saja! Bahwa seseorang yang menyekapnya adalah Mihaw, selingkuhan mantan istrinya. Mihaw tersenyum miring sehingga bibirnya membentuk gaya smirk, dan mengucapkan sesuatu kepada paman. “ kau terkejut? “ ujar Mihaw tertawa pelan. “ apa yang kau inginkan kepadaku? “ Teriak paman setinggi-tingginya. “ ha ha ha ha rupanya kau sedang panik Lay “ ucap Mihaw membully. Paman langsung emosi dengan cepat, urat-urat di kepalanya mulai nampak. Dan matanya mulai memerah. Ia terus menatap Mihaw dengan pandangan penuh kebencian. Mihaw kemudian menjongkokkan kakinya di hadapan paman Lay dan mengangkat dagu paman Lay. “ kasian sekali kau Lay, setelah aku merebut istrimu. Sekarang ku persulit hidupmu dengan menghancurkanmu.” ujar Mihaw melunjak. “ jjadi mau mu adalah menghancurkanku? “ tanya paman santai. “ oh tidak! Ada seseorang yang lebih mencoba menghancurkanmu “ Kata Mihaw. Kemudian seseorang datang dengan setelan jas ala CEO. Dia adalah Zacklee! Tentu saja yang di tunggu-tunggu akhirnya datang. “ jadi dia yang mmencoba-coba bermain denganku? “ Ucap Zacklee menatap Lay. “ kau siapa? rakyat kalangan mana hingga ingin bermain-main dengan orang elit sepertiku. Biar ku perjelas, kau tidak ada apa-apa nya di banding aku. Tuan Lay “ Lanjut Zacklee menindas. Sekarang lanjut oleh paman Lay yang tertawa oleh perkataan Zacklee. “ Zacklee, orang terhormat di negeri ini. Tapi mengapa ketika aku melihatmu tidak ada tampang yang berkata bahwa kau orang terhormat?. Kau rendahan Zacklee, sungguh rendahan “ kata Paman Lay menindas kembali Seketika Zacklee mengamuk dan mulai mendekatkan dirinya ke arah paman Lay sambil melepas kacamata spektakulernya. Lalu ia mulai mencapit dagu paman Lay. “ siapa kau, berani berkata seperti itu kepada orang terhormat sepertiku? “ tanya Zacklee geram. “ cihhh terhomat? Kau di hormati karena orang-orang belum mengetahui sisi gelapmu Zacklee? “ ucap Paman Lay sangat santai. “ ingatlah beberapa tahun yang lalu, kau telap melenyapkan satu keluarga hanya karena obsesimu terhadap kekuasaan “ lanjut Paman Lay. Zacklee terbelalak mmendengar jawaban paman Lay. “ apa yang kau tahu soal itu? “ ucap Zacklee tertawa pelan. “ kau terlalu meremehkanku Zacklee haha, kau pikir aku tidak mengetahui sesuatu yaa? “ jawab Paman Lay. Kali ini Zacklee semakin dibuat kesal, seluruh wajahnya memerah dan ia memegang kerah Paman Lay. “ akan ku pastikan kau membayar semuanya di penjara Lay “ teriak Zacklee. Paman Lay tetap santai menghadapi Zacklee, kemudian Zacklee memberi sebuah kode wajah kepada Mihaw. Dan Mihaw pun mulai menjalankan aksinya. Setelah memberikan kode, Zacklee keluar dan menyerahkan semua rencana terakhir kepada Mihaw. “ sebelum kau memasuki sel tahanan, sebaiknya kau harus menerima beberapa pukulan ini dulu Lay yang terhormat hahahahahaha “ kata Mihaw tertawa Girang Mihaw kemudian mengambil sebuah tongkat untuk memukul paman Lay, ia memukul paman Lay hingga tak sadarkan diri. Dan kepala paman Lay telah di penuhi oleh memar biru akibat ulah Mihaw. “ halo Zacklee aku sudah memukuli Lay “ Lapor Mihaw pada Zacklee menggunakan ponsel. “ tapi mengapa kkau tidak membiarkannya mati saja? “ Tanya Mihaw. “ aku akan memikirkan itu lagi “ Sahut Zacklee. “ lebih baik kau melenyapkannya saja, lenyapkan saja seperti kau melenyapkan tuan Hans. Kau ahli dalam hal itu “ ucap Mihaw memberi pendapat. “ kau diam saja, aku akan memikirkan ini lagi “ kata Zacklee. Akhirnya tidak ada rencana yang di ketahui kedepannya, apakah Paman akan hidup atau paman Lay akan mati?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD