Setelah lebih dari sepuluh jam berkutat di laboratorium, tepat pukul tujuh malam akhirnya Nadia bisa pulang. Tubuh dan fikirannya sangat lelah. Sekaligus sangat puas dengan pencapaian hari ini. Sembilan puluh persen ia yakin hasil kerjasama ini akan mendapat persetujuan untuk diedarkan secara masal. Sepuluh persennya tentu Nadia serahkan pada Tuhan. Nadia mengemudikan mobilnya dengan perasaan enggan. Ia tahu kalau hari ini Alvin pulang ke tanah air. Sebenarnya Nadia bisa saja mengalihkan tugas di lab hari ini pada orang lain. Namun ia tetap melakukannya dengan dalih profesionalitas serta untuk mengulur waktu pertemuan dengan Alvin. Sejak siang ibunya sudah meneror dengan puluhan telfon dan pesan chat. Sengaja ia abaikan. Nadia berharap, kedua orang tuanya tidak dirumah m

