Setelah hampir sembilan tahun menjalani kehidupan di Eropa, akhirnya Alvin pulang ke Indonesia. Siang ini ia sudah berada di Zurich International Airport untuk bertolak menuju Jakarta. Jadwal kepulangannya mundur tiga bulan dari rencana awal karena ia menyempatkan diri mengikuti pelatihan singkat dari perusahaan farmasi asal Jerman, MERCK. Yang kebetulan mengadakan program tersebut di kampusnya saat menempuh master, ETH Zurich. Ibunya sempat marah-marah ketika Alvin mengabarkan bahwa kepulangannya ditunda. Namun karena Darmawan dan Nadia yang sangat pengertian akhirnya Kartika mengampuni putranya itu. Alvin sendiri saat itu tengah diliputi kegalauan. Setelah selama ini berpisah, lebih tepatnya menjauh dari Nadia dia fikir perasaannya terhadap adiknya itu akan menghilang. Atau s

