Akad dan talak...
Suasana Riuh penuh dengan kegembiraan, tenda pelaminan megah berdiri angkuh di depan sebuah rumah yang sangat sederhana di pinggiran kota, hari ini adalah hari pernikahan Azqila Huri Dilara dengan Sony Setiawan yang konon katanya seorang pria pemilik pabrik minuman di daerah kota, banyak yang iri terhadap Azqila karena bisa mendapatkan pria mapan dan juga tampan siapa yang tidak iri coba.
Azqila adalah anak dari Revan Aliandra seorang guru SD dan Bu Indri Hapsari juga seorang guru TK di daerah tempat tinggalnya, sedang Azqila sendiri baru selesai wisuda dan berusia dua puluh satu tahun yang langsung di lamar oleh Sony seminggu setelah wisudanya, perkenalan Azqila dan Sony cukup singkat terhitung baru dua bulan mereka berkenalan, tapi mereka memutuskan untuk segera menikah agar tidak ada fitnah katanya.
"Duh Cantiknya putri ibu" Bu Indri masuk ke ruang pengantin Azqila yang saat ini baru selesai di rias oleh MUA dengan senyum haru nya, Bu Indri ahirnya harus rela melepas putri kesayangannya karena setelah hari ini dia akan di bawa oleh suaminya, "ibu juga makin cantik" jawab Azqila dengan mata berembun, "eh jangan nangis dong sayang, nanti make up nya jadi berantakan hehe..." Bu Indri mengelus rambut Azqila dengan penuh kasih sayang, ahirnya Azqila berani untuk membuka diri setelah dikhianati orang yang sangat di cintai nya dulu dan memutuskan untuk menikah secepatnya karena tidak mau kecolongan lagi katanya.
Mempelai pria telah hadir dengan beberapa orang keluarganya, Sony tengah duduk di depan penghulu dan siap untuk acara akad nikahnya, Azqila datang dengan di dampingi oleh Bu Indri dan beberapa orang sepupu wanitanya mendekati tempat akad, Sony yang melihat calon istrinya langsung terkesima melihat betapa cantik gadis yang sebentar lagi akan menjadi miliknya.
Azqila hanya tersenyum gugup mengingat ini adalah hal yang sangat sakral dan kalau boleh minta hanya sekali seumur hidup, Sony tersenyum menyambut calon istrinya.
"baiklah mari kita mulai acaranya ya" ucap pak penghulu yang mampu menarik Sony pada kesadaran dari keterpanaannya.
"baik lah nak Sony silahkan ikuti kata kata saya ya" dan Sony pun mengangguk antusias
Sekarang Pak Revan menjabat tangan Sony untuk melakukan ijab
"sodara Sony Setiawan Bin Sanjaya Setiawan, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Putri kandung saya Azqila Huri Dilara binti Revan Aliandra dengan mas kawin seratus gram emas di bayar tunai....."
"Saya terima nikah dan kawinnya Azqila Huri Dilara binti Revan Aliandra dengan mas kawin tersebut di bayar tuuunaiiiii,,,,,"
"Bagaimana saksi sah?" tanya pak penghulu "sah....." koor semua orang yang menyaksikan akad tersebut, setelahnya kedua mempelai menandatangani buku nikah dan pembacaan taklik talak yang di lakukan oleh suami, sekarang kedua mempelai di suruh untuk berdiri dan istri mencium tangan suami sebagai bakti pertamanya saat menjadi seorang istri.
tepat saat Sony akan mencium kening istrinya tiba tiba terdengar suara ribut ribut mendekati tempat akad.
"OH INI YANG KAMU BILANG ADA TUGAS KELUAR KOTA MAS....." teriak seorang wanita dengan pakaian yang cukup mencolok jika dilihat dari harganya, sontak membuat Sony membeku di tempatnya, keringat dingin mulai bercucuran, tentu saja dia sangat mengenal suara wanita yang berteriak padanya tanpa harus melihat orangnya, tangan yang tadi berada di kepala Azqila saat hendak mencium keningnya kini langsung dia lepaskan dengan kasar, semua orang terpusat pada satu titik yaitu wanita yang baru saja datang dengan teriakannya, "BAGUS BERANI KAMU SEKARANG BERMAIN MAIN YA" lagi teriakan itu menggema di atas pelaminan Azqila yang tidak mengerti dengan apa yang ada di hadapannya hanya menatap kosong, "sayang kamu jangan salah paham, aku di jebak sama dia, padahal aku sudah bilang kalau aku sudah punya kamu istri yang paling aku cinta tapi dia tetap ngotot minta aku nikahi kalau aku ga mau menikah sama dia, dia mengancam akan mencelakakanmu sayang" ucap Sony sambil berusaha mendekat ke arah wanita yang baru saja datang yang tak lain adalah Renata Setiawan istri sah nya selama ini, Azqila menatap horor pada Sony yang baru saja resmi jadi suaminya apa dia bilang tadi? aku menjebak nya, cekk cekk cekk suamiku ini sesuatu sekali ternyata .... "HEH,,, DASAR PELAKOR, JALANG SIALAN, WANITA MURAHAAANNNNN BERANI BERANINYA KAMU YA, MENIKAH DENGAN SUAMIKU" pun teriakan itu hanya lewat di pendengaran Azqila dia benar benar tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi, "sayang udah kita pulang aja yu, mas ga mungkin mau sama dia kalau bukan di jebak, semua orang juga tau kalau istri mas itu yang paling cantik" Sony berusaha merayu istrinya agar mau pergi, urusan dengan Azqila biar nanti dia pikirkan lagi yang penting sekarang istrinya tenang dulu dan tidak membuat suasana makin kacau, gagal sudah malam pengantin yang dia tunggu tunggu selama ini gara gara ketauan istrinya, Renata masih memasang wajah angker nya dia sangat benci melihat Azqila yang tak mengeluarkan sepatah katapun tapi sorot matanya seolah menantang membuatnya makin murka, "sayang sudah yu kita pulang," lagi lagi Sony berusaha membujuk istrinya, bisa kacau semua rencananya kalau Renata makin ngamuk disini, Sony berniat setelah istrinya tenang baru dia akan menemui Azqila untuk merayunya lagi agar tetap jadi istrinya, "Robi.... kamu angkut semua barang seserahan yang di bawa suamiku termasuk dengan mahar yang dia bawa, itu semua adalah uangku bukan uang suamiku" perintah Renata kepada salah satu anak buah yang dia bawa, Sony tak bisa berbuat apa apa karena memang semua harta yang dia punya adalah milik istrinya, bisa di bilang dia juga hanya numpang hidup kepada istrinya yang seorang anak konglomerat.
"Kalau kamu masih mau ikut pulang maka ceraikan dia..." Renata berujar dengan tegas bukan bertanya tapi memberi perintah, " tapi sayang tidak semudah itu, aku sudah sah jadi suaminya jadi biarkan saja dia dengan statusnya ya, kita pulang aja," tentu saja Sony tidak mau menceraikan istri barunya yang cantik, dia ga rela kalau istri barunya akan dimiliki lelaki lainnya demi apapun dia ga rela, "ceraikan dia atau kita yang akan bercerai dan kamu akan kembali menjadi gembel" jawab Renata tegas tak mau di bantah, "ah sialan emang ni cewek, gue udah susah susah dapetin Azqila yang cantiknya ga ketulungan masa belum nyicip sedikitpun harus di lepas gitu aja sih, kalau saja semua hartanya udah berhasil gue kuasai, udah gue tendang tuh istri sialan yang kerjanya memerintah merintah laki doang" Sony terus menggerutu dalam hati, Sony terus berfikir gimana caranya agar Renata tidak mengamuk lagi dan Azqila juga tetep jadi istrinya.
"oke kalau kamu tidak mau menceraikannya makan kita yang akan bercerai" setelah mengatakan itu Renata langsung melayangkan tamparan ke pipi halus Azqila dan mengambil air jus buah naga yang ada di hadapannya lalu menyiramkan ke wajah Azqila, belum puas dengan semua itu Renata pun menjabat rambut Azqila yang di tata rapih oleh MUA tadi, semua orang yang melihat hanya tercengang tanpa ada yang berusaha membantu, Azqila yang baru tersadar dari rasa syok nya dia berusaha melepaskan diri dari cengkeraman Renata yang menjambak rambut dan mengoyak baju pengantinnya, Bu Indri dan pak Revan berusaha menolong putrinya dari amukan Renata pun tak kalah menyedihkan karena ikut kena jambakan dan cakaran kuku kuku Renata.
setelah merasa puas dengan amukannya Renata menatap sinis ke arah Sony yang bengong melihat keganasan istri pertamanya.
"gimana kamu mau juga merasakan cakaran ku?" tanyanya dengan nafas memburu. "engga sayang aku tuh cuma cintanya sama kamu, kita pulang yu" Sony menggenggam tangan Renata dan hendak membawanya pulang, "sudah ku bilang kalau kamu mau pulang ceraikan dia" tunjuk Renata ke arah Azqila.
Sony menghela nafasnya dalam " baiklah yang penting ini singa betina tenang dulu Azqila urusan nanti deh" ahirnya Sony memutuskan untuk menceraikan Azqila biar bagaimanapun dia belum siap di tendang jadi gembel kalau cerai dengan Renata.
"Azqila Huri Dilara binti Revan Aliandra saya Sony Setiawan Bin Sanjaya Setiawan mulai saat ini saya menjatuhkan talak satu terhadapmu"
Duaaarrrrr Azqila seperti tersambar petir di siang bolong, apakah dia sedang bermimpi buruk saat ini tapi ko sakitnya nyata itu yang dia rasakan saat ini, Bu Indri hanya bisa menangis melihat apa yang terjadi pada anak kesayangannya.
setelahnya Renata, Sony dan para anak buahnya pergi meninggalkan pelaminan yang telah hancur dan membawa semua barang barang seserahan berikut mas kawin yang di bawa Sony tadi.
suara orang orang yang seolah bergemuruh di telinganya, mereka ada yang kasihan namun tidak sedikit pula yang ikut menuduhnya sebagai pelakor membuat Azqila merasa dunianya gelap dan setelahnya dia tidak ingat apa apa lagi, bruuukkkk.....
Azqilaaaaaa.......