Bab 10

890 Words
Mauren memasuki kampusnya diantar supirnya menggunakan mobil mewah, ia yang biasanya hanya naik angkot sejak menikah dengan Aryan kehidupannya berubah total kini kehidupannya dilimpahi barang-barang mewah dan kasih sayang yang berlimpah. Mauren menggunakan baju hem putih dan rok hitam untuk melakukan sidang skripsinya. "Gue gugup banget nih" ucap Mauren yang sedang duduk bersama Michelle dan Ule. "Sama kita juga gugup banget nih Ren" ucap Michelle. Mauren memasuki ruang sidangnya dan dengan lancar sidang skripsinya berjalan, ia lulus dengan nilai sempurna. "Gue lulussss" teriak Mauren saat keluar dari ruang sidang dan kedua sahabatnya menghambur ke pelukannya. "Akhirnya kita lulus bareng" ucap Ule. "Eh.. eh... jangan kencang pelukin gue anak gue kegencet nih" ucap Mauren. "Elo hamil?" tanya Michelle. "Iya baru dua minggu" ucap Mauren dengan senyum manisnya sambil mengusap perutnya. "Selamat ya Ren lo bakal jadi ibu" ucap Michelle dan Ule bersamaan. "Dan lo berdua bakal jadi aunty" ucap Mauren dan ketiganya berpelukan. Mobil mewah Aryan memasuki kampus Mauren, ia keluar dari mobil berjalan dengan sangat gagah, dengan stelan kerjanya di tangannya ada sebuah bucket bunga yang sangat besar. Semua mata mahasiswi yang menatapnya seakan ingin menerkam Aryan melihat ketampanannya dengan tubuh yang tinggi besar rahang yang kokoh dan tegas juga sangat berwibawa. "Sayang...." Aryan memanggil Mauren yang sedang berpelukan dengan dua sahabatnya. "Yank kamu disini" ucap Mauren kaget. "Iya dong masa hari penting kamu aku gak ada, selamat sayang akhirnya lulus juga" ucap Aryan, ia memberikan bucket bunga yang dibawanya lalu mengecup bibir Mauren sebentar di depan teman-teman perempuan itu. "Terima kasih yank" ucap Mauren memeluk suaminya. Semua mata menatap Mauren memandang iri melihat keromantisan yang dipertontonkan keduanya. "Gue pengen dong kaya Mauren Chell" ucap Ule. "Gue juga, Mauren itu sudah kaya putri cinderela yang bertemu pangeran tampan dan hidup bahagia" ucap Michelle. "Bener banget yang lo bilang Chell" ucap Ule. "Hai kalian berdua mau ikut kita" ucap Aryan. "Kita pak" tanya Ule. "Iya kalian, jangan memanggil pak lah panggil Aryan saja kesannya saya tua banget" ucap Aryan. "Mau ke mana sih yank" tanya Mauren. "Makan-makan saja merayakan kelulusann kamu" ucap Aryan. "Boleh deh kita ikut" ucap Ule. "Pak ujang gimana" tanya Mauren. "Sudah aku suruh pulang tadi" ucap Aryan lalu ia meraih pinggang Mauren berjalan menuju mobilnya. Tak berapa lama mereka tiba di sebuah restauran mewah dan di sana sudah ada Nancy juga Chandra yang menunggu. "Loh mama papa juga disini" ucap Mauren. "Iya dong, selamat ya sayang akhirnya lulus" ucap Nancy, ia dan Chandra bergantian mencium Mauren. "Terima kasih mah pah" ucap Mauren. Michelle dan Ule sangat iri melihat kebahagiaan Mauren yang sangat disayang kedua mertuanya. "Aryan..." ucap dua orang laki-laki menyapa. "Fandi, Chris" ucap Michelle dan Ule bersamaan. "Kalian saling mengenal" tanya Aryan. "Mereka pacarnya Ule dan Michelle yank" ucap Mauren. "Benarkah pacar baru bro, kenapa dunia sempit sekali, mereka ini teman kuliah ku sayang" ucap Aryan. "Wow dunia tak selebar daun kelor ternyata" ucap Mauren dan mereka semua tertawa bersama. "Ayo duduk deh mau makan juga kan lo pada" ucap Aryan. "Iya lo yang traktir kan" ucap Chris. "Iya ada acara apa nih kok ngumpul gini om" tanya Fandi. "Merayakan kelulusannya Mauren" ucap Chandra. "Gimana sih lo hari penting cewek lo pada masa gak datang ke kampusnya" ucap Aryan. "Banyak kerjaan bro" ucap Fandi. "Aryan juga banyak kerjaan ditinggal demi istri tercinta" ucap Nancy. "Ah mama bisa aja" ucap Mauren tersipu malu. Pelayan datang membawakan banyak pesanan untuk mereka. "Chell minta sambal dong" ucap Mauren. "Jangan Chell apaan sih kamu, kamu mau nyakitin anak kita" omel Aryan. "Gak enak yank gak pake sambal" sahut Mauren. "Benar kata Aryan tuh Ren" ucap Michelle. "Mauren hamil?" tanya Chris. "Iya baru dua minggu" sahut Aryan. Sementara yang lain sibuk sambil makan Mauren hanya diam dengan wajah ditekuknya menatap makanannya. "Kok gak dimakan sih sayang" ucap Aryan. "Kamu icipin dulu" ucap Mauren. "Kok gitu" ucap Aryan. "Maunya dede" bisik Mauren manja. "Ya sudah nih aku icipin" Aryan mencicipi makanan Mauren terlebih dahulu baru memakannya. "Aneh banget bini gue" ucap batin Aryan. Setelah makan siang yang penuh keakraban itu selesai mereka segera membubarkan diri. "Aku balik ke kantor ya sayang, kamu pulang sama mama" ucap Aryan, ia mengecup kening Mauren. "Hati-hati yank, pah" ucap Mauren melepaskan kepergian Aryan bersama Chandra sedangkan ia akan pulang diantar pak Ujang supirnya bersama Nancy. --- Sore hari Aryan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumahnya. "Kok sepi sih pah" ucap Aryan. "Di kamar kali mereka" ucap Chandra. Dan Aryan segera melangkahkan kakinya menuju kamarnya. "Sayang...." Aryan tak menemukan Mauren di kamarnya. "Iya yank aku di balkon" teriak Mauren. "Ngapain di sini" Aryan mengecup pipi Mauren dan duduk disampingnya. "Pengen santai aja" ucap Mauren ia beringsut duduk dipangkuan Aryan. "Kenapa sih manja banget" ucap Aryan heran. "Pengen aja, usapin yank punggung aku" ucap Mauren manja. "Tumben manja banget" ucap Aryan. "Pengen es krim yank" ucap Mauren dan lagi dengan suara manjanya. "Nanti ya aku beliin" ucap Aryan. "Mau sekarang yank" ucap Mauren lalu mengecup leher Aryan. "Jangan memancingku sayang" ucap Aryan. "Ayo yank pengen es krim sekarang" ucap Mauren manja. "Iya aku ganti baju dulu" ucap Aryan. Setelah mengganti bajunya Aryan segera mengajak Mauren membeli es cream yang di inginkannya. "Mau makan es cream yang di kedai yank" ucap Mauren. "Hhmmm iya sayangku" ucap Aryan. Tak lama keduanya tiba di kedai es cream dan langsung memesannya. "Mas mau yang rasa vanila satu kamu rasa apa yank" ucap Mauren. "Coklat aja" ucap Aryan. Keduanya memilih duduk disudut kedai es cream itu sambil menunggu pesanan mereka datang. "Kamu icipin dulu yank" ucap Mauren saat es krimnya sudah ada di atas meja. "Iya, kenapa sih harus aku icipin dulu" ucap Aryan sambil mencicipi es cream Mauren. "Gak tau anak kamu yang pengen yank" ucap Mauren. "Anak daddy yang sehat ya didalam" ucap Aryan sambil mengusap perut Mauren. "Ternyata mama memang gak salah memilihkan kamu buat aku sayang" ucap batin Aryan sambil menatap Mauren yang sedang menikmati es creamnya. Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD