Azfer pov
Aku tak menyangka mama dan papa akan tega melakukan ini padaku, mereka benar-benar memberikan persyaratan yang bagiku sangat konyol. Dengan menyuruhkku untuk menikah terlebih dahulu sebelum aku melanjutkan kuliah lagi. Padahal aku masih sangat muda tapi kenapa mereka harus melakukan semua ini.
Apalagi saat mama tak merestui hubunganku dengan Naina itu tambah membuatku sulit untuk bisa sampai ke London, mungkin bisa saja bagiku untuk langsung pergi saja tapi aku tahu bagaimana orang tuaku mereka akan tambah kecewa padaku. Semenjak kejadian lusa lalu aku belum kembali pulang ke rumah.
Flasback on
“ Azfer mama setuju dengan gadis yang papa tunjukan ini.” Mama langsung mendekatiku dan menunjukan foto gadis berjilbab dengan senyumnya yang sangat manis. Aku akui dia gadis yang cantik. Aku langsung membuyarkan fikiranku.
“ Mama jangan main-main aku ngga kenal sama dia, pernah ketemu aja ngga ma, ini udah main setuju-setuju aja, pokoknya aku ngga mau.” Tolakku
“ Tapi fer kamu bisa kan kenalan dulu sama dia, kamu coba deketin dia dulu, mama tau kalian belum saling mengenal mama pun juga sama tapi saat mama liat fotonya fer, mama merasa tenang banget dan insting mama mengatakan dia gadis yang baik untuk menjadi isteri kamu fer.” Bujuk mama lagi.
“ Ma ngga semudah itu dong ma , Azfer punya kekasih dan Azfer cinta sama dia, dan sekarang mama tiba-tiba nyuruh Azfer buat nikah sama orang lain yang belum pernah Azfer temui. Ini benar-benar konyol ma.” Aku terus menolak.
“ Apa salahnya kamu coba deket sama dia dulu fer siapa tahu kalian cocok.” Papa ikut membujukku.
“dan ingat sampai kapanpun mama ngga akan menyetujui hubungan kamu sama Naina sebaiknya kalian putus saja” Ucapan mama benar-benar membuatku kesal
“ Kalian ngga ngerti perasaan Azfer saat ini.” Aku langsung melenggang pergi tanpa berpamitan dulu. Siapa yang ngga marah coba udah punya pacar malah disuruh deketin perempuan lain. Aku langsung pulang ke Bandung malam ini juga.
Flasback off
Beberapa hari ini aku memang tak menerima panggilan dari siapapun ponselku kumatikan termasuk juga Naina, aku sedang kesal dengannya ini semua karena sikapnya waktu itu sampai masalah ini muncul. Dan tiba-tiba pintu kantor terbuka aku pun terkejut karena menampakkan Naina di depan pintu.
“ Hai sayang.” Sapanya dengan nada manjanya dan langsung mencium kedua pipiku tapi tak terlalu kutanggapi karena aku masih kesal dengannya. “ Kamu kenapa sih yang, dari kemarin ngga ngabarin aku, aku khawatir banget sama kamu aku takut kamu kenapa-napa, kamu ada apa sih yang.” Tanyanya
“ Aku ngga papa Nai, terus kenapa kamu kesini bukannya kamu ada pemotretan hari ini.” Dia hanya mengannguk dan tetap bergelayut manja di pangkuanku.
“ Aku batalin pemotretannya demi kamu tahu ngga.” Naina pun merajuk dan membuat aku tak tega melihatnya seperti ini.
“ Sebenarnya kamu ngga perlu nglakuin semua ini, aku baik-baik aja Nai kamu ngga perlu khawatir aku cuma lagi butuh waktu sendiri dulu.” Balasku membuat Naina mengerutkan dahi.
“ Tunggu dulu deh, jangan-jangan kamu masih marah ke aku karena masalah kemarin ya.” Tanyanya membuatku malas
“ Please Nai aku lagi ngga pingin bahas masalah ini.” Jawabku dan tak lama kemudian Andika masuk untuk memberitahukan ada meeting.
“ Fer semua udah siap tinggal nunggu kamu.” Ucapnya dan aku hanya mengangguk.
“ Nai sebaiknya kamu pulang sekarang, hari ini aku ada meeting.” Ucapku dan dia langsung kembali merajuk dena bergelayut manja dipelukanku.
“ Ya ampun sayang masa kamu tega sama aku, aku jauh-jauh datang kesini kamunya malah pergi.” Keluhnya membuatku semakin emosi.
“ Please Nai jangan seperti ini, kita lagi di kantor ngga baik diliatin karyawan aku. Aku juga ngga nyuruh kamu buat datang kesini, aku pergi dulu.” Aku pun meninggalkan Naina diruanganku terserah saat ini apa yang akan dia lakukan karena aku benar-benar sedang kesal padanya.
“ Sayang tunggu…. AZFER.”Dia terus memanggilku tapi tak kuhiraukan sampai dia mungkin kesal dan pergi.
***
Setelah selesai meeting Azfer mengajak Andika untuk menemaninya ke club. Didepan keluarganya Azfer tak pernah menampilkan tabiat buruknya dan setahu mereka Azfer tak pernah melakukan hal yang buruk. Tapi mereka tak pernah tahu bahwa Azfer yang sekarang sudah berebeda dari yang dulu.
“ Lho kenapa sih fer, gue liat lho suntuk banget.” Tanya Andika melihat Azfer tak seperti biasanya
“ Ngga tau nih dik rasanya ngga karuan.” Ucapnya dengan menenggak minuman
“ Coba cerita Fer siapa tahu gue bisa bantu .” Kata Dika sambil menepuk punggung Azfer.
“ Lho tahu kan kalau niat gue pingin nglanjutin sekolah lagi ke London.” Andika hanya mengangguk Azfer pun melanjutkannya. “ Dan setelah aku izin sama papa dan mama mereka ngga ngizinin aku pergi kalau aku ngga memenuhi syarat dari mereka.”
“ Ya udah tinggal penuhi aja syarat dari mereka apa susahnya sih fer dari pada lho ngga bisa pergi.” Saran Andika
“ Kalau syarat yang mereka berikan mudah aku pun langsung penuhi dik, tapi ini buat aku ngga bisa berfikir, buat aku jadi gila mikirinnya.” Ungkap Azfer sambil meremas rambutnya.
“ Emangnya apa sih syaratnya fer.” Tanya Dika
“ Mereka nyuruh aku menikah sebelum aku berangkat ke London.” Ungkap Azfer membuat Andika yang sedang menengguk minumannya pun tersedak
“ Hah!!!! nikah fer, yang bener aja fer tante sama om nyuruh lho nikah.” Azfer pun mengangguk.
“ Iya makannya itu gue bingung banget.”
“ Tapi kenapa ngga lho sanggupi aja fer, tinggal ajak Naina nikah kan beres masalah kamu.” Saran Andika
“ Itu yang tadinya aku mau lakuin Dik, tapi semua recanaku hancur karena kesalahan Naina.” Ujar Azfer membuat Andika mengerutkan keningnya
“ Memang apa kesalahan yang dibuat Naina.” Tanya Andika
“Beberapa hari yang lalu aku ngajakin Naina ketemu sama mama, dan berniat untuk memperkenalkannya pada mama, tapi memang lagi apes waktu pelayan menyajikan makanan ngga sengaja dia menumpahkan minuman ke baju Naina, dan kamu tahu apa yang terjadi, Naina memarahi pelayan itu habis-habisan didepan mama, Reaksi mama langsung tak suka melihat perilaku yang ditunjukan Naina itu.” Ungkap Azfer.
“ Gila ya Naina di depan tante malah buat masalah, aku bisa jamin pasti tante langsung mengecap Naina wanita yang ngga baik.” Azfer pun mengangguk mendengar tebakan Andika. “ Gila ya tuh anak ngga bisa jaga emosi banget.”
“ Maka dari itu bukannya nylesein masalah gue malah bikin masalah baru, dan karena masalah ini mama dan papa ngga setuju mereka udah nyariin isteri buat gue dik, Gila kan gimana gue ngga pusing coba.” Kata Azfer dengan frustasi.
“ Tapi fer kenapa ngga lho coba aja dulu, dari pada lho ngga diizinin pergi siapa tahu cocok.” Ungkap Andika
“ Enak aja terus Naina mau dikemanain, walaupun dia seperti itu gue tetep cinta sama dia dik gue ngga main-main sama dia, gue ngga mau nyakitin dia.” Tolak Azfer
“ Iya sih, kok gue jadi ikut bingung sih mikirin masalah lho.” Andika langsung garuk-garuk kepala. Mereka berdua kembali menegak minuman karena tak menemukan jalan keluar dari masalah yang Azfer alami.
***
Beberapa hari kemudian mama Azfer sengaja siang harinya mengantarkan makan siang untuk suaminya ke kantor karena ingin melihat wanita yang di tunjukkan oleh suaminya itu. Saat memasuki lobi semua orang pun menunduk memberi salam padanya. Dan sampai di lantai ruang kerja sang suami, ketika akan membuka pintu ruangannya tiba-tiba ada yang keluar dari ruangan sang suami yang menampakkan seorang gadis yang memiliki paras yang sangat mempesona.
“ Oh maaf bu saya ngga sengaja, saya ngga tau kalau ada ibu didepan pintu sekali lagi saya minta maaf.” Ungkap Aira yang baru keluar dari ruangan pak Dani dan hampir menabrak mama Azfer. Tapi bukannya menjawab permintaan maaf Aira, mama Azfer justru senyum-senyum sendiri sambil menatap Aira dari atas sampai bawah membuat Aira risih dipandang seperti ini. “ Maaf bu apa ada yang salah dengan pakaian saya.” Tanyanya
“ Sempurna.” Ucap mama Azfer membuat Aira tambah bingung
“ Maksud ibu sempurna apa ya bu saya ngga paham.” Tanyanya lagi.
“ Oh ngga maksud saya penampilan kamu sangat sempurna kamu cantik.” Ungkap mama Azfer membuat Aira malu. “ Nama kamu Aira kan.”
“ Bener bu kok ibu tahu nama saya, tapi maaf sebelumnya bu apa kita pernah bertemu.” Tanya Aira.
“ Kita memang ngga penah bertemu Aira, tapi pasti nanti akan sering bertemu.” Ucap sang mama membuat Aira tambah bingung, Tapi sebelum membalas ucapan mama Azfer tadi pak Dani keluar dari ruangannya karena mendengar percakapan di luar ruangannya.
“ Mama kok tumben datang kesini.” Pak Dani pun terkejut karena isterinya datang ke kantor.
“ Oh ini pa, tadi mama masakin makan siang buat papa.” Jawabnya membuat papanya mengeryitkan dahi karena biasanya mamanya tak pernah mengantarkan makan siang seperti ini, pasti ada sesuatu, dan dia teringat ucapan isterinya tadi malam yang ingin berjumpa dengan Aira akhirnya paham maksud sang isteri pak Dani hanya senyum-senyum melihat sang isteri.
“ Owh jadi mama kesini bawa makan siang, oh ya ma kenalin ini Aira sekertaris papa yang baru.” Pak Dani pun memperkenalkan Aira.
“ Perkenalkan saya Aira bu, maaf ya bu Aira ngga tahu kalau ibu isterinya pak Dani.”
“ Ngga papa kok Aira tante maklum karena tante sendiri yang jarang datang ke kantor, tante senang bisa bertemu dengan kamu.” Ucap mama Azfer sambil memeluk Aira.
“ Aira juga seneng bisa bertemu dengan ibu.” Balas Aira
“ Ya udah ayo ma masuk.” Ajak sang suami
“ Owh kalau gitu sekalian aja Aira ikut makan siang, mumpung tante bawa banyak.” Mama Azfer mengajak Aira
“ Aduh ngga perlu bu Aira bisa makan di kantin kantor kok Aira ngga mau ngrepotin ibu.” Tolak Aira
“ Ngga Ai, justru tante senang banget kalau kamu mau ikutan gabung makan bareng sama kita iya kan pa.” Ucap mama Azfer dan dibalas anggukan oleh suaminya “Ayo Ai.” Mama Azfer pun menarik tangan Aira
“ Makasih bu.” Ucap Aira
Dalam ruangan Aira membantu mama Azfer menyiapkan makanan di dalam ruangan khusus. Ruangan pak Dani memang ada ruangan khusus untuk istirahat atau pertemuan pribadi.
“ Aira pinter banget deh nata makanannya pasti udah biasa ya nyiapain begini, makasih lho tante udah dibantu oh ya jangan panggil ibu seperti formal banget panggil aja mama.” Puji mama Azfer
“ Aduh ngga pantes banget saya manggil ibu mama, ibu kan isteri atasan saya dan ngga enak juga kalau didenger karyawan lain bu nanti dikira saya anak ibu.” Jawab Aira
“ Ngga papa Aira justru tante seneng banget kalau Aira mau jadi anak tante. Udah ngga usah malu-malu ya udah kalau begitu panggil tante aja kalau kamu ngga enak sama yang lain.” Kata mama Azfer.
“ Ya bu, eh maksud saya tante.” Ucap Aira membuat mama Azfer gemas dengan tingkah Aira.
“ Ngomongin apa sih keliatannya serius banget.” Tanya paK Dani yang baru keluar dari toilet
“ Ngga kok pa cuma lagi ngobrol biasa sama Aira. Ya udah ayo makan udah disiapin sama Aira.” Ucap mama
“ Oh ya Aira tinggal dimana.” Tanya mama Azfer
“ Aira tinggal di daerah pegangsaan tante.” Jawab Aira
“ Ngga jauh dong dari sini.” Aira pun menganguk. “ Terus Aira tinggal sama siapa aja.”
“ Aira tinggal sama ibu dan kakak Aira tante.”
“ Aira ngga tinggal sama ayah.” Tanya mama Azfer lagi
“ Ayah Aira sudah meninggal 6 tahun yang lalu tante karena sakit.
“ Owh maaf tante ngga tau sayang.”
“ Ngga papa kok tante.”
“ Aira kuliah dimana, terus ngambil jurusan apa.”
“ Aira kuliah di Universitas Gunadarma tante, ngambil jurusan ekonomi bisnis tante, makannya Aira ngambil penelitian disini, dan Alhamdulillah sama bapak diizinkan.”
“ Owh pasti dong diizinin, tante jadi inget masa-masa kuliah dulu pasti menyenangkan banget ya jadi anak kuliahan, oh ya Aira udah punya pacar.” Tanya mama Azfer membuat Aira terejut.
“ Aduh tante Aira ngga mikirin itu dulu, Aira masih fokus sama kuliah Aira.” Jawab Aira
“ Masa gadis secantik Aira belum punya pacar sih pasti banyak yang suka sama Aira kan.” Pak Dani ikut meledek
“ Tapi dari awal Aira emang ngga mau pacaran sih tante, kalau memang ada yang cocok dan keluarga setuju ya langsung aja nikah, tapi ya ngga sekarang sih tante nunggu Aira menggapai cita-cita Ai dulu.” Jawab Aira
“ Owh bagus itu tante suka sama perempuan yang punya prinsip seperti kamu. Tapi Aira sayang kita kan ngga tau kapan jodoh kita datang mungkin kita bisa berencana tapi tetap Allah yang menentukan mau cepat atau lambatnya, iya kan pa.” Ucap mama Azfer dan Aira hanya tersenyum mereka pun melanjutkan makan dengan ngobrol banyak hal.
***
Papa dan mama Azfer pulang bersama, apalagi mama Azfer dia sangat senang bisa megobrol dengan Aira dan tadi setelah makan siang mama Azfer meminta Aira menemaninya untuk mebeli sesuatu. Selama bersama mama Aira jadi semakin mengenal sosok Aiza yang sangat menyenangkan. Tapi ketika mereka akan memasuki rumah, mereka heran karena melihat mobil anak sulungnya itu.
“ Apa Azfer pulang pa.” Tanya mamanya
“ Ngga tau, mungkin.” Jawab papanya. “ Assallamualaikum.” Salam sang papa dan mama
“ Waalaikumsalam.” Jawab Azfer yang berada di dalam dan langsung menghampiri mama dan papanya untuk bersalaman.
“ Kapan kamu datang fer.” Tanya mamanya
“ Baru kok ma, pa.” Jawabnya. “ Ada yang mau Azfer bicarakan sama mama dan papa ini penting.” Ucapnya membuat papa dana mamanya saling pandang.
“ Masalah apa fer.” Tanya papanya
“ Tentang syarat yang mama dan papa berikan untuk aku, dan setelah aku berfikir ngga ada salahnya juga Azfer mencoba.” Jawabnya.
“ Maksudnya gimana kamu nyoba apa.” Tanya mama yang bingung.
“ Azfer setuju buat menikah dengan wanita yang papa dan mama pilihkan untuk Azfer.” Pernyataan Azfer benar-benar membuat papa dan mamanya tak percaya dan bahagia atas jawaban anaknya itu.