Chapter Dua Puluh Empat

1180 Words

            “Hai, adik.”            Sam agak terkejut saat mendapati wajah Remy di depan pintu apartemennya. Dia pikir ada pegawai apartemen yang datang, karena dia sempat meminta seseorang untuk mengantarkan cuciannya ke laundry.             Sam bermaksud langsung menutup kembali pintu, namun lebih dulu dihalangi. Hingga akhirnya Remy menerobos masuk tanpa rasa bersalah. Tak memedulikan si penghuni yang mulai merasa tidak nyaman karena kedatangannya yang tiba-tiba.             Sam mendecak. Tidak memiliki pilihan selain menerima kedatangan sang tamu tak diundang—tanpa sempat mengusirnya. “Kenapa datang tiba-tiba?” tanyanya ketus.             “Memang tidak boleh?”             “Gimana kalau aku lagi sibuk dan gak mau diganggu?”             “Kamu sibuk apa sampai-sampai tidak mau digang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD