Bab 22: Cahaya di Puncak Lumière

1068 Words

Satu tahun adalah waktu yang singkat untuk sebuah pembangunan fisik, namun terasa seperti satu dekade bagi transformasi jiwa. ​Gedung Lumière kini berdiri kokoh di cakrawala Jakarta. Bukan lagi sekadar kerangka beton yang kaku, melainkan sebuah mahakarya kaca dan baja yang memantulkan semburat jingga matahari terbenam. Bagian yang dulu disabotase oleh Pak Haris—lantai 15 hingga 18—kini menjadi bagian paling kuat dari seluruh struktur, setelah diaudit ulang oleh tiga firma independen berbeda. Bagi banyak orang, itu adalah gedung perkantoran mewah. Namun bagi Aira dan Reyhan, itu adalah monumen keberanian mereka. ​Aira berdiri di balkon lantai teratas, lantai 45. Angin malam bertiup kencang, memainkan ujung rambutnya yang kini dipotong sedikit lebih pendek, memberikan kesan wanita karier y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD