Meila bergerak diam-diam di belakang sang suami, Jobart Alexander. Sejak beberapa hari terakhir, perasaan tidak tenang terus menggerogoti hatinya. Ada sesuatu yang terasa ganjil sesuatu yang tak mampu ia jelaskan dengan logika, tetapi kuat ia rasakan dalam nalurinya. Tangannya menggenggam ponsel dengan erat sebelum akhirnya menekan nomor yang sudah ia hafal di luar kepala. “Bagaimana?” tanyanya pelan namun tegas ketika sambungan tersambung. “Apa kalian sudah menemukan yang aku minta?” Di seberang sana terdengar suara orang kepercayaannya yang sedang berada di Indonesia. “Sudah, Nyonya. Untuk sementara kami belum melihat hal yang mencurigakan dari Tuan Albert. Aktivitasnya terbilang normal. Beliau hanya sesekali mengunjungi apartemen Nyonya Flora.” Alis Meila berkerut. Jawaban itu

