Bab-15. Secerca Harapan

1112 Words

Flora berdiri di balkon lantai dua, jemarinya menggenggam pagar besi yang dingin. Pandangannya menyapu sekeliling vila sunyi, terisolasi, dikelilingi hamparan laut yang tenang namun terasa menekan. Sebuah pulau kecil. Terlalu kecil untuk disebut tempat liburan, terlalu sunyi untuk disebut rumah. “Tempat apa ini …?” gumamnya lirih. Dadanya terasa sesak. Ingatannya melompat-lompat, terputus di satu titik yang sama apartemennya. Ia yakin, malam itu ia tertidur di sana. Tidak ada teriakan, tidak ada perlawanan. Lalu kenapa ia bisa terbangun di tempat asing seperti ini? “Jangan-jangan … aku diculik?” Flora menggeleng pelan, mencoba menepis pikirannya sendiri. Namun satu nama justru muncul tanpa bisa dicegah. “Vincent …?” Ada perasaan asing yang menyusup antara ragu dan takut. "Vinc

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD