Bab-14. Vila Terpencil

1665 Words

“Halo, Jeng Mey.” Suara Adelle terdengar hangat di seberang telepon, namun entah mengapa Meyla justru merasa dadanya sedikit mengencang. “Halo juga, Jeng Adel. Apa kabar kamu dan suami?” jawab Meyla berusaha terdengar biasa. “Baik jeng, Kamu sendiri bagaimana?” Meyla terdiam sesaat. Tatapannya kosong, seolah pikirannya tertahan di wajah Vincent yang akhir-akhir ini tak pernah benar-benar tenang. “Aku … baik. Tapi Vincent sedang tidak baik-baik saja, Jeng.” “Hah? Kenapa?” Nada Adelle langsung berubah waspada. “Vincent depresi sejak gugatan cerai Flora. Kondisinya sempat memburuk.” Di seberang sana, Adelle terdiam cukup lama. “Bukannya Vincent ke luar negeri untuk mengurus pernikahannya?” ucap Adelle pelan, ragu namun jelas. Kata-kata itu menghantam Meyla tanpa peringatan. “Apa m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD