bc

Anak Iblis

book_age16+
132
FOLLOW
1K
READ
adventure
others
student
bxb
mystery
city
like
intro-logo
Blurb

Menceritakan kisah seorang gadis remaja usia 16 Tahun yang yang hilang ketika mengikuti kegiatan di perkemahan. Lantas selepas satu bulan lamanya dia dinyatakan hilang tak kunjung di temukan, tiba-tiba dia kembali lagi didalam kamarnya membuat banyak orang banyak yang bertanya-tanya. Dimanakah dia selama menghilang?

___

Catatan Pengarang:

Mengandung unsur LGBT pada bagian dua.

100% Original story

By : Nickolas_Rahardian

chap-preview
Free preview
Episode 1
Teet ... Teett ... Teett Suara khas yang paling di tunggu-tunggu oleh banyaknya siswa-siswi kini telah berbunyi pertanda kegiatan literasi istirahat sejenak. Dari berbagai kelas tampak bising nan riang para siswa-siswi berlalu lalang keluar kelas mereka. Begitupun seorang siswi dari kelas IX-A kerap disapa Lavina, bersama dua sahabat terbaik disisinya sedang melangkah menuju ke lain kelas hendak menghampiri dua sahabat lainnya. Kini, mereka kumpul bersama-sama di taman yang terletak di belakang sekolah sembari memakan aneka cemilan dan jus buah selepas mereka beli di kantin, diantaranya Lavina, Cika, Vani, Angel dan Rani. Teruntuk ke-4 teman sekelompok Lavina tersebut berasal dari kelas yang berbeda-beda yakni Angel dari kelas IX-B, Rani dari kelas IX-C. Sementara Cika dan Vani berada satu kelas dengannya (IX-A) Sekolahan tempatnya menimba ilmu ini tiada jam berbeda saat masuk maupun istirahat, bahkan waktu pulangnya pun serentak. Sehingga mereka dapat kumpul bersama-sama disaat Rani maupun Angel tiada pelajaran lebih di kelas mereka. "Eh Guys … apa kalian udah siap buat kegiatan yang akan diadakan lusa?" Rani mengawali perbincangan kala mereka baru saja kumpul disana. "Kegiatan apa, Ran?" Tanya Lavina. "Lah, emangnya kelas kalian belum diberitahukan kah?" Lanjut Rani. "Maksud pertanyaan Vina tuh kegiatan apa Ran, Elah …" Sambung Cika menjabarkan. "Hehe, maksud gue kemah Guys, eh btw kelas kalian kok belum di beritahu, apa gak ikutan ya?" Lanjut Rani, membuat Lavina, Cika dan Vani saling pandang kemudian menggelengkan kepala (Tidak tahu) "Enggak Kok Ran, menurut info yang gue denger semua kelas ikut kegiatan kemah ini kok, hanya di pilih aja per 1 regu gitu," Angel menjelaskan. "Owh … Mungkin di kelas loe belum dikasih tau sama kakak pembina Guys," kata Rani mengarah ke Lavina, Cika dan Vani. "Wah Kemah? Asikkk … Yey!" Cetus Cika tampak gembira seraya mengangkat kedua tangannya ke atas kepala. "Dih, loe kira mau jalan-jalan kek girang gitu, ini tuh tugas kale!" Celetuk Angel. "Iya gua tau tapi asik … jadi jalan bareng-bareng deh kita, uhuy" Ucap Cika lagi-lagi membuat teman sekelompoknya saling menggelengkan kepala. Lavina beranjak dari kursi duduknya nan posisinya berdiri didepan mereka, lantas tiba-tiba ada sebuah bola sepak melayang di udara lekas mendarat di kepalanya cukup kuat. Blugh! "Arrgh!" Lavina pun terjatuh. Brak! "Vin, Lavina!" Panggil mereka lantas bergegas meraih tangannya. "Loe gak papa Vin?" Tanya Cika yang kini memegangi tangannya. "Hu um" Lavina lantas memegangi kepalanya lantaran pusing amat dirasakannya. Sementara Rani beranjak mengambil bola itu yang kini menggelinding tak jauh dari sisinya. "Aih … Siapa sih yang main sepak bola di taman begini!" Gumamnya kesal saat bola tersebut sudah ditangannya seraya menoleh ke seluruh penjuru arah. __ Lantas tiba-tiba ada seorang siswa datang menghampiri mereka. "Kak, itu … anu …" Ucap dia hendak mengambil bola tersebut diketahui bernama David biasa di panggil Dave. Siswa itu adalah teman satu kelas bersama Lavina, Cika Dan Vani. "Oit, jadi elo yang mainan bola sepak sembarangan, hah!" Ucap Rani seraya menyembunyikan bola itu ke belakang badan. "Itu … bukan aku yang melemparnya kak, aku hanya di suruh mengambilnya" Jawab dia. "So … siapa yang mainan bola ini hah? Kenapa dia gak ngambil sendiri malah nyuruh elo!" Lanjut Rani tampak emosi tak rela temannya (Lavina) terkena bola itu. "E … Itu, anu …" David ragu-ragu hendak menjawab lantas tiba-tiba ada suara seorang siswa yang menjawabnya dari arah belakang. "Gua yang melempar bola itu." Semua perhatian pun menjadi tertuju pada siswa tersebut. Siswa itu bernama Rio, yakni seorang siswa terkenal cukup nakal dan usil, ketua kelompok geng ala-ala anak sekolah yang terdiri dari Tian, Ken, Albert, Vino dan David. Mereka teman satu kelas dengan Lavina, Cika dan Vani sesama (IX-A) Mereka datang petantang-petenteng, lantas hendak meraih langsung bola itu di tangan Rani. Namun sebelum mencapai bola tersebut, Secara Sigap Rani mempertahankannya nan menyembunyikannya di belakang badan. "Kemarikan Bola itu!" Pekik Rio melotot. "Jadi elo pelakunya si biang kerok!" Cetus Cika lantaran dia paling tidak menyukai tingkah nakal Rio selama ini. Mendengar itu, Rio lekas menoleh nan menatap tajam padanya. "Apa loe malah melotot kek gitu, bukannya minta maaf!" Cika mengutarakan rasa kesalnya. "Minta maaf loe bilang … ?" Rio berlagak bodoh. "Iyalah, bola yang loe lempar tadi terkena Vina tau gak Loe! Buruan minta maaf ke dia!" Lanjut Cika, sementara Lavina lekas menyempil lengannya, seraya berbisik."Cik, udah …" "Diem dulu loe Vin," Penggal Cika. Akan tetapi, Rio tidak merespon kalimat Cika, malahan dia kembali menoleh ke arah Rani hendak meraih bola itu. "Oit, tunggu!" Rani mempertahankan bola itu di tangannya. "Buruan balikin bola itu kampang!" Rio melotot hingga bahasa kasar (u*****n) keluar dari mulutnya. Membuat Cika selaku teman paling pemberani lekas mendekat kemudian meraih bahu Rio dari belakang. "Heh Rio!" "Apa!" Jawab Rio melotot tajam. "Loe jadi cowok bener-bener ya, bukannya minta maaf malah main paksa begini, mengumpat pula!" "Lalu apa masalah loe, banyak bacot cewek pendek!" Jawab Rio, teman satu kelompoknya pun tawa mengejek "Hahaha" Membuat Cika di rundung emosi, begitupun Lavina, Rani, Angel dan Vani. "Gak usah belagu deh loe, Rio!" Ucap Vani. "Aissh, tak usah ikut bacot loe, Van!" Pekik Rio lantas menoleh lagi ke Rani "Cepet balikin bola itu, Cepet!" "Aih, Anjing!" Umpat Cika. Rio pun menoleh lagi ke dia, kemudian mendekat. "Apa loe bilang barusan? coba ulang" "Gua bilang loe cowok kek anjing! Denger?" Cika membelalak tajam hingga membuat Rio geram "b******k loe cewek pendek!" Seraya mengangkat tangan seakan hendak menamparnya. "Mau pukul gue hah? Sini pukul!" Cika menantang bersuara cukup lantang membuat perhatian publik, sampai banyak siswa dan siswi saling melihatnya. Rio memang terkenal nakal, baik dengan siswa maupun siswi yang memiliki masalah dengannya, dia tidak peduli (tidak pandang bulu) Sebelum Rio mengayunkan tangannya (Menampar Cika) Lavina beranjak mendekat nan menangkis tangan dia. "Hentikan Rio! Keterlaluan sekali kamu jadi Cowok, apa kamu gak malu mau nampar cewek, hah?" Ucapnya. "Aish! Brengs'k tak usah ikut campur loe, Vin!" Jawab Rio lekas menoleh lagi ke arah Cika. "Gua hanya mau bikin pelajaran sama cewek pendek bermulut busuk ini, ngatain gua binatang segala!" "Loe tuh yang mulai duluan, Kita cuma mau loe tuh minta maaf sama Lavina, gitu aja susah amat. Ngerti bahasa Nasional gak sih loe hah! Apa loe cuma paham bahasa binatang doang?" Cika lagi-lagi membuat Rio semakin terbakar emosi. Rio kembali mengangkat tangannya hendak menampar, Sementara Cika jua menantang, akhirnya Lavina, Vani dan Angel memegangi tangan Cika kemudian menariknya mundur. "Cik, udah Cik …" tegur Vani. "Parah Loe, Rio!" Angel melirik sengit. "Sebaiknya kita kembali ke kelas guys, tak usah ngadenin dia, buang-buang tenaga saja!" Lavina meraih tangan Cika yang kini teramat antusias melawan Rio. "Rani, ayok" ulang Lavina semasih Rani memegangi bola itu nan menatap sengit pada Rio. Lantas Rani beranjak pergi jua menyusul ke-4 temannya seraya melemparkan bola itu ke Rio sembaru berkata "Makan tuh Bola!"

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
236.0K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
43.7K
bc

Kali kedua

read
221.4K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.3K
bc

TERNODA

read
201.3K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.2K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook