Episode 15

1272 Words
Enggan banyak berpikir, segera beranjak dari tempat tidur untuk membersihkan diri. "Aduh ... ad-aduh .."Lavina lagi-lagi merintih kesakitan saat tak sengaja menyentuh luka di bagian leher belakang telinganya saat mandi. "Ini sebenarnya luka apa'an sik!" Merasa terganggu dengan kehadiran luka aneh itu. Lekas ia tutupi dengan pembalut luka supaya tidak terlampau perih apabila tergesek baju maupun rambutnya. Selesai mandi, langsung berbenah setelahnya turun ke lantai bawah sembari membawa ranselnya yang akan ia bawa ke perkemahan. ___ "Udah kamu cek lagi barang-barang yang akan kamu bawa perkemahan vin?" tanya Airha dari arah dapur-sedang masak. "Udah ma," Lavina pun berkata didalam hati 'Berasa kayak orang mau pindahan aja, huh!' "Yaudah kamu sarapan dulu sini" lanjut Airha. Lavina mengangguk. "Oh iya papa kemana ma, apakah belum bangun?" sembari menguyah makanan. "Ada-ada saja pertanyaanmu Vin, sebelum kamu bangun biasanya aja papamu udah berangkat ke kantor duluan" Airha sedikit menggelengkan kepalanya "Oh iya juga ya, lupa hehe" Lavina cengengesan. "Udah siap kamu Vin?" Mathias muncul keluar dari garasi sedang berjalan kearah Lavina. Lavina mengangguk "Lah papa dari mana?" "Dari garasi lagi manasin mobil nanti papa antar kamu ke sekolah sekalian berangkat, pak sopir lagi izin libur" jelasnya. "Oh ..." Lavina mengangguk-anggukan kepalanya khas polos. "Yasudah selesaikan sarapan mu dulu, papa mau beres-beres setelah nanti papa keluar kamu harus sudah beres ya" "iya pa" _____ Tak lama berselang, Lavina pun segera di antar ke sekolah oleh Mathias. Sebelum tiba tepat di lokasi sekolahan, Mathias berkata "kamu hati-hati ya vin, ingat pesan papa di tempat asing kamu harus menjaga sikap dan ucapanmu. Jangan asal sok berani dan jika terjadi apa-apa langsung lapor ke pembina ya" "Baik pa, Lavina akan ingat pesan papa, yaudah Lavin masuk duluan ya pa" Lavina berpamit, kemudian turun dari mobil dengan ransel yang di bawanya. Semasih Lavina berjalan menuju ke dalam sekolahan, para teman-teman yang sudah dulu sampai disana pun melihatnya "Eh itu si Vina baru nongol, hey Vin " teriak mereka langsung melambai-lambaikan tangannya. Lavina langsung berlari ke arah mereka. "Kok loe baru nyampe Vin, bangunnya kesiangan kah?" Tanya Angel. "Gue tebak dia pasti kesiangan, kan' kelarin mimpi basahnya dulu cuy ..." sambung Cika. Blukkk......!!! Rani langsung menimpuk kepala Cika. "Awh sakit kunyuk!" Seru Cika cemberut. "Mimpi basah, mimpi basah mulu loe cik!" sambung Vani. Sementara Lavina tertawa melihat tingkah mereka yang sangat begitu konyol dan yang membuat konyol lagi-lagi dilakukan oleh Cika. "Apaan sih kamu cik, masih belom sadar dari mimpi basah mu semalam itu ya?" Lavina memegang kepala Cika dengan telapak tangannya. "Dih, apaan sih Vin" Cika memonyongkan bibirnya sambil menggeser tangan Lavina yang berada di kepalanya itu. "Lagian loe gak muncul di obrolan chat kita tadi Vin, jadi gue pikir loe lagi mimpi basah, hihihi" "Mulai lagi deh si Cika kumat" kata semua teman. "Ada-ada aja kamu cik, mana ada mimpi basah yang ada mimpi aneh tay" Lavina berkata sambil tertawa. "Aneh? Aneh gimana maksudmu Vin hemm ... 'aneh' nya tuh pasti kamu mimpi lagi ehem, ehem, kikuk-kikuk ya..?" Cika semakin tambah ngawur. Blukkk....! Kali ini Cika kena bukan hanya dari Rani, tapi dari semua teman-temannya termasuk Lavina! "Aaaarrgghh ... mami tolongin putrimu yang cantik jelita membahana ini mami ... putrimu kecilmu teraniaya huaaa ... " Cika berbicara sendiri dan melihat ke semua teman-temannya. "Kumat dah si Cika lebaynya, buset deh ah!" Rani sembari merangkul Cika dan merangkul teman-teman yang lain sembari jalan menuju ke arah bus. Selanjutnya, mereka semua berkumpul di lapangan untuk mengikuti kegiatan upacara pramuka sebelum pemberangkatan semua siswa-siswi. Ttidak semua siswa yang ada di sekolah tersebut ikut serta dalam kegiatan Pramuka penggalang yang sedang diadakan itu dari kelas 7 hingga kelas 9. Teruntuk kelas 9 di campur menjadi satu dan di pecah menjadi 4 regu dari masing-masing 8 anggota regu yang di pimpin oleh PINRU. Siswa bernama Albert (salahsatu teman sekelompok Rio terpilih sebagai pemimpin (Pratama) Mereka semua dari masing-masing anggota regu berkumpul di lapangan. Dalam pemberangkatan kegiatan kemah kepramukaan yang di laksanakan ini akan dilakukan dengan sistem terpisah untuk regu putra dan putri. "Baiklah semua ... dengarkan baik-baik adik adik, kegiatan persujami (perkemahan Jum'at Sabtu Minggu) kali ini, tolong dengarkan dan perhatikan sikap kalian sebagai bagian dari anggota. Karena kegiatan kemah Pramuka penggalang tahunan ini adalah pertemuan Pramuka penggalang dalam JAMDA" "Siap kak!" jawab semua siswa-siswi. Selepas upacara selesai, seluruh siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ini memasuki bus. Masuk satu-persatu dan mengambil kursi duduk masing-masing. "Ayok Vin, buruan!" Seru Cika sambil menarik-narik tangan Lavina. "Atah, atah, aw-aw pelan-pelan aja sih Cik, sakit tau! norak banget deh" Gerutu Lavina. "Gak usah bawel loe Vin, hihihi. Uuhhhh ... akhirnya dapat tempat duduk yang nyaman kitah hihihi" Cika memang memiliki rasa percaya diri yang tinggi, sehingga tak malu, alhasil berhasil menempati kursi duduk diposisi yang ia inginkan. "Ayeeeehhh kita jalan-jalan uhuuuuuuuy" mulut Cika tak henti bicara sedikitpun. "Woi, woi, woi, berisik woi" Ucap Rani dan angel dari sebelah tempat duduknya, sementara Vani duduk bersama siswi lain di belakang kursi duduk Cika. Selanjutnya bus yang mereka naiki mulai berjalan perlahan. ____ # Didalam bus Putri Semasih di perjalanan. Semua siswi bernyanyi-nyanyi dengan riang bernuansa yel-yel ala pramuka. Selepas keluar dari ranah ibu kota dalam perjalanan di suguhi pemandangan yang sangat begitu indah. Terlihat Padang rumput yang sangat hijau amat sejuk di pandang mata. Terlihat juga banyak jumlah jurang-jurang yang begitu curam di sepanjang jalan yang mereka lalui. Cuaca di bulan ini masuk kategori musim penghujan, sepanjang perjalanan sering terjadi hujan dan panas yang beriringan. Lokasi perkemahan yang di tuju masih sangat jauh, durasi tempuh kurang lebih masih 8 jam perjalanan dalam kecepatan sedang. ____ #Bus Putra Rio menyanyi-nyanyi dengan suara keras dan sangat lantang yang membuat semua yang berada didalam bus keberisikan. Sampai-sampai banyak siswa yang tutup telinga enggan mendengar nyanyiannya, sebagian lagi ada yang memakai headset. Termasuk Elga yang kini duduk diam memakai headset sambil merem. "Wei Elga, bagun woi" Ucap temannya bernama Leon yang duduk di sebelahnya. Karena kuping tertutup headset dan musik yang masih menyala, Elga-pun tetap dengan pulasnya tidur, tak mendengar Leon memanggil-manggilnya. "Walah ini anak kayak lagi di rumahnya aja tidur seenak jidatnya tidak liat tempat, woi Elga..!" Leon kembali memanggilnya dengan berteriak dan sambil menepuk pundaknya. Plak! Spontan Elga membuka matanya dan mencopot pula headset yang dia pakai. "Apaan, dah nyampe kah?" Elga kaget. Masih terdengar kebisingan dari arah belakang suara Rio yang sedang menyanyi-nyanyi tidak jelas, Elga langsung menutup kembali telinganya dengan headset dan kembali ke posisi tidurnya. "Et, et, tunggu dulu ngapa" Leon melepas headset di telinga Elga. "Apaan sih loe, resek banget dah ah!" Gerutu Elga tampak kesal. "Abisnya loe molor mulu sih, melek dulu woi, tuh lihat tuh pemandangannya indah banget cuy, kapan lagi kita bisa melihat pemandangan indah seperti ini kan?" Leon menelunjuk ke arah jendela kaca. Elga pun segera menoleh ke arah kaca lantaran posisi duduknya memang tepat di pinggir. "Bener kan yang gua bilang? kalo loe molor mana bisa tau bro!" Leon masih banyak mengutarakan kata, sedangkan Elga hanya diam memandangi indahnya pemandangan itu. Lantas, Elga basa-basi tanya pada sang sopir lantaran kebetulan posisi duduknya berada tepat dibelakang sopir. "Pak, ngomong-ngomong kita sudah berada di daerah mana ya?" Sopir tak banyak berkata, sebatas menjawab "Nanti juga kita sampai dik" Elga dan Leon saling toleh nan bertatap mata, lantaran ada keganjilan yang dirasakan. Penasaran, Elga pun tengok ke arah GPS yang berada area kemudi. "Eh, nah kok?" Bisik Leon pada Elga. Sementara Elga jua sudah merasakan hal yang sama, Sedikit membelalak, lantaran GPS-nya tak terjangkau di lokasi mereka berada. Keduanya (Elga dan Leon) menoleh ke arah kaca jendela, dilihatnya sebelah kiri adalah tebing curam, sementara sebelah kanan adalah bukit. Semakin penasaran, buru-buru Elga dan Leon melihat gawai masing-masing untuk melihat GPS di hapenya antara berfungsi atau tidak. Lantas ...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD